Kabar Gembira! Mulai Oktober Kalbe Farma Pasarkan Remdesivir

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
30 September 2020 17:33
Dok. RUPST PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 18 Mei 2020

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan mulai memasarkan obat terapi pasien Covid-19 jenis Remdesivir di Indonesia dengan merk jual Covifor. Perusahaan bertindak sebagai distributor dari produk yang diproduksi oleh perusahaan asal India, Hetero.

Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan perusahaan bekerja sama dengan perusahaan asal India dan subdiarinya yang berlokasi di Indonesia untuk memasarkan dan mendistribusikan obat yang diproduksi di India ini.

"Perjanjian kerjasama pemasaran dan distribusi antara Kalbe dan PT Amarox Pharma Global dan Hetero, India ditandatangani pada tanggal 28 September 2020 dan langsung dimulai proses persiapan pengadaan produk jadinya sehingga mulai Oktober sudah bisa dipasarkan," kata dia kepada CNBC Indonesia, Rabu (30/9/2020).


Kabar ini sontak membawa saham KLBF menjadi salah satu saham yang mendarat di zona hijau pada akhir perdagangan hari ini.

Ketika saham di sektor farmasi lainnya memerah, KLBF ditutup menguat 2,65% ke Rp 1.550/saham.

Sedangkan saham emiten farmasi lainnya ditutup melemah, seperti saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) ditutup turun 0,34% ke Rp 2.890/saham, PT Indofarma ditutup berkurang 1,72% ke Rp 2.860 dan PT Phapros Tbk (PEHA) anjlok 6,64% ke Rp 1.335/saham.

Persiapan Uji Klinis Vaksin

Saat ini perusahaan juga terus memperhatikan kesiapan untuk melakukan uji klinis kedua untuk vaksin Covid-19 yang merupakan kerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, Genexine.

Vidjongtius mengatakan sesuai dengan rencana uji klinis vaksin bernama GX-19 ini sesuai dengan rencana akan dimulai pada kuartal keempat tahun ini.

"Persiapan sedang berjalan sesuai rencana dan mulai kuartal 4 sudah bisa uji klinik fase 2 dengan jumlah subject yang sedang difinalkan," kata dia.

Kendati masih dalam tahap uji klinis, namun perusahaan optimis dengan keberhasilan vaksin ini. Pasalnya beberapa waktu lalu perusahaan menyampaikan telah siap untuk melakukan distribusi vaksin ini pada pertengahan 2021 nanti.

Dia mengatakan, untuk distribusi tahap pertama ini masih akan mengandalkan dari vaksin impor namun juga akan dikombinasikan dengan produksi lokal. Sambil melakukan impor vaksin ini, perusahaan juga akan mengupayakan proses transfer teknologi untuk bisa memproduksi dengan jumlah lebih banyak dari dalam negeri.

Selain itu, kata Vidjongtius, perusahaan juga sedang mengkaji dan berkoordinasi dengan berbagai pihak mengenai kapasitas produksi di dalam negeri.

"Kapasitas sedang dikoordinasikan dengan berbagai pihak ya, karena range-nya lebar dari kapasitas kecil sampe besar," imbuh dia bulan lalu.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading