Internasional

Degdegan Debat Trump-Biden, Wall Street Ijo Royo-royo

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
29 September 2020 07:05
A trader passes by the post, where Smartsheet Inc. hosts it's IPO, on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., April 27, 2018. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street naik pada penutupan perdagangan Senin (28/9/2020). Kenaikan ini memperpanjang tren positif saham yang sempat terjadi pada Jumat lalu dan menjelang rilis ekonomi utama serta debat calon presiden pertama.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 410.10 poin atau 1.51% menjadi 27.584,06. Sementara S&P 500 naik 53.14 poin atau 1.61% menjadi 3.351,60, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq naik 203.96 poin atau 1.87% menjadi 11.117,53.




Bank dan perusahaan energi termasuk yang mengalami kenaikan cukup tinggi, bersama dengan perusahaan industri seperti Boeing yang naik 10.05 poin (6.44%) menjadi 166.08 dan Honeywell International naik 3.15 poin (1.95%) menjadi 164.64.

Analis mengutip pernyataan terbaru dari Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang menunjukkan bahwa pembicaraan lebih lanjut tentang paket stimulus diharapkan menginspirasi di antara para pedagang.


Sementara laporan tersebut tampaknya menghibur investor, sulit untuk mengatakan dengan pasti bahwa kesepakatan akan dilakukan, terutama pencalonan hakim Mahkamah Agung juga dalam kartu,"kata JJ Kinahan dari TD Ameritrade dalam sebuah catatan yang dikutip oleh AFP.

Sebelumnya indeks S&P 500 telah jatuh selama empat minggu terakhir akibat pasar yang kurang mendapatkan paket stimulus AS, sementara masih banyak negara bagian dan kota yang menghadapi virus corona. Tapi saham kembali menguat pada Jumat (25/9/2020) dan Senin setelahnya.

Kalender ekonomi minggu ini mencakup laporan manufaktur AS dan kepercayaan konsumen, serta laporan ketenagakerjaan pada September.

Debat pertama antara Presiden Donald Trump dan penantang dari Demokrat, Joe Biden juga akan berlangsung pada Selasa (29/9/2020) malam.

Kampanye Trump berada dalam posisi defensif menyusul laporan investigasi The New York Times yang menuliskan jika Trump hanya membayar US$ 750 (Rp 11,1 juta) dalam pajak penghasilan federal pada tahun 2016 dan 2017. Trump juga tidak membayar pajak sama sekali selama 10 tahun sebelumnya.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading