Banyak Sentimen Positif, Sektor Properti Menghijau

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
21 September 2020 11:01
Foto udara pembangunan perumahan di kasawan bojong sari, Depok, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham di sektor properti kembali bersemangat hari ini (21/9/20) setelah diguyur berbagai sentimen positif seperti kabar dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan ditempatkan pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baik yang subsidi maupun non-subsidi serta kabar revisi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sektor properti.

Kenaikan saham-saham properti hari ini dipimpin oleh PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dengan kenaikan 3,20% ke level Ro 129/unit.


Sementara itu emiten properti yang kemarin sudah naik tinggi 11,97% yaknit PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) terpantau terkoreksi 2,29% ke level Rp 128/unit karena aksi profit taking para investor.

Dana PEN yang ditempatkan pada pemberian KPR tentu saja akan mampu kembali menggeliatkan kredit properti yang tentunya mampu menyokong penjualan properti yang akhir-akhir ini sedang lesu. 

Apalagi dana PEN tidak hanya ditempatkan pada KPR properti di segmen subsidi saja akan tetapi segmen non-subsidi juga yang biasanya menjadi barang dagangan utama emiten-emiten properti di BEI

Sebelumnya diketahui, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) berencana menyalurkan kredit sebesar Rp 15 triliun pada bulan ini. Kredit tersebut berasal dari penempatan dana pemerintah sebesar Rp 5 triliun.

Penyaluran kredit dari penempatan dana pemerintah akan ditingkatkan hingga Rp 30 triliun pada Desember mendatang.

Direktur Utama BTN Pahala N Mansury merinci, untuk September ini pihaknya menargetkan penyaluran KPR subsidi sebesar Rp 5,2 triliun. Kemudian, pada akhir tahun KPR subsidi yang disalurkan menjadi Rp 8,2 triliun.

"Di mana di bulan September nanti dari Rp 15 triliun, Rp 5,26 triliun kami harapkan itu bisa kami salurkan sektor KPR subsidi akhirnya nanti sampai akhir bulan Desember akan sebesar Rp 8,2 triliun kepada sektor yang bersubsidi atau KPR yang subsidi," katanya dalam rapat dengan Komisi XI dikutip dari Detik, Kamis (17/9/2020).

Sementara, untuk KPR non subsidi ditargetkan Rp 6 triliun pada Desember 2020. Dia bilang, segmen ini perlahan-lahan membaik namun tidak sebaik KPR subsidi.

"Sementara Rp 6 triliun memang kalau lihat berangsur-angsur penyaluran KPR segmen non subsidi menjadi lebih baik tapi memang saat ini belum sebaik segmen subsidi," katanya.

Sentimen positif lain yakni, kabar bahwa Pemerintah berencana untuk melakukan revisi terhadap Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sektor properti di tahun 2021 yang diharapkan mampu mendorong penjualan properti. 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading