Saham Properti Terbang, Rupanya Ada Kejutan dari PEN

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
18 September 2020 10:43
Masih Dihantui Virus Corona, IHSG Merah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham properti berkapitalisasi besar melesat pada perdagangan sesi I hari ini, Jumat (18/9/2020). Pemicunya adalah ada anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang akan ditempatkan pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baik yang subsidi maupun non-subsidi.

Terpantau seluruh emiten properti besar dan likuid yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini diperdagangkan di zona hijau bahkan Indeks properti berhasil terbang 0,88%. Kenaikan saham-saham properti hari ini dipimpin oleh PT Alam Sutra Realty Tbk (ASRI) dengan kenaikan 12,82% ke level Ro 132/unit.

Kemudian emiten properti lain yang berhasil naik tinggi yakni PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang naik 6,6% ke level Rp 113/unit.


Dana PEN yang ditempatkan pada pemberian KPR tentu saja akan mampu kembali menggeliatkan kredit properti yang tentunya berpotensi menggenjot penjualan properti yang akhir-akhir ini sedang lesu. 

Apalagi dana PEN tidak hanya ditempatkan pada KPR properti di segmen subsidi saja akan tetapi segmen non-subsidi juga yang biasanya menjadi barang dagangan utama emiten-emiten properti di BEI

Sebelumnya diketahui, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) berencana menyalurkan kredit sebesar Rp 15 triliun pada bulan ini. Kredit tersebut berasal dari penempatan dana pemerintah sebesar Rp 5 triliun.

Penyaluran kredit dari penempatan dana pemerintah akan ditingkatkan hingga Rp 30 triliun pada Desember mendatang.

Direktur Utama BTN Pahala N Mansury merinci, untuk September ini pihaknya menargetkan penyaluran KPR subsidi sebesar Rp 5,2 triliun. Kemudian, pada akhir tahun KPR subsidi yang disalurkan menjadi Rp 8,2 triliun.

"Di mana di bulan September nanti dari Rp 15 triliun, Rp 5,26 triliun kami harapkan itu bisa kami salurkan sektor KPR subsidi akhirnya nanti sampai akhir bulan Desember akan sebesar Rp 8,2 triliun kepada sektor yang bersubsidi atau KPR yang subsidi," katanya dalam rapat dengan Komisi XI dikutip dari Detik, Kamis (17/9/2020).

Sementara, untuk KPR non subsidi ditargetkan Rp 6 triliun pada Desember 2020. Dia bilang, segmen ini perlahan-lahan membaik namun tidak sebaik KPR subsidi.

"Sementara Rp 6 triliun memang kalau lihat berangsur-angsur penyaluran KPR segmen non subsidi menjadi lebih baik tapi memang saat ini belum sebaik segmen subsidi," katanya.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading