Asing Bawa Kabur Rp 55 T dari Bursa RI, Lokal Maju Tak Gentar

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
16 September 2020 16:27
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para pelaku pasar kembali dibuat terheran-heran oleh kelakuan investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini, pasalnya setelah kemarin (15/9/20) dana asing yang keluar sebanyak Rp 1 triliun terpantau pada perdagangan hari ini asing kabur dengan jumlah yang tak kalah besar.

Data perdagangan mencatat, investor asing kembali hengkang sebanyak Rp 983 miliar di pasar reguler hari ini dengan saham yang paling banyak dilego asing hari ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan jual bersih sebesar Rp 506 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 83 miliar.

Dana investor asing yang keluar merupakan hal yang mengkhawatirkan sebab investor asing memegang 49,95% saham non warkat alias scripless yang beredar di BEI menurut catatan KSEI.


Sebagai informasi, saham scripless merupakan saham yang pencatatannya sudah di konversi ke dalam bentuk elektronik digital. Sisanya, masih ada saham dalam bentuk warkat yangbiasanya dipegang oleh pengendali perusahaan tercatat.

Apabila aksi jual asing terus berlanjut dan tidak ada investor lokal 'berduit' yang mampu menampung barang jualan asing, maka kemungkinan IHSG tertekan ke zona merah akan semakin tinggi.

Selama sepekan terakhir sendiri investor asing sedang getol melakukan aksi lego saham. Tercatat dana yang sudah dilarikan asing selama seminggu terakhir mencapai Rp 5,09 triliun.

Lagi-lagi adalah BBCA yang menjadi korban kekerasan aksi jual asing. Tercatat selama sepekan, asing kabur dari saham BBCA sebanyak Rp 2,8 triliun. Sehingga dari setengah net sell asing pekan lalu dilakukan di saham perbankan dengan kapitalisasi terbesar di Indonesia ini.

Bahkan apabila ditarik hingga periode 3 bulan aksi jual asing di BEI mencapai angka Rp 28,77 triliun, akan tetapi pada periode ini saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang menjadi saham dengan aksi jual terbesar investor luar negeri. Tercatat saham TLKM selama 3 bulan terakhir dibuang asing sebanyak Rp 5,7 triliun.

Akan tetapi, angka yang bukan main besarnya akan muncul apabila aksi jual asing dihitung sejak awal tahun (YTD). Tercatat selama tahun berjalan asing sudah melarikan dana sebesar Rp 54,81 triliun di pasar reguler sedangkan di semua pasar tercatat net sell Rp 38,3 triliun, karena ada pembelian saham PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menjadi juara yang paling banyak dilego asing selama tahun berjalan yakni Rp 8,7 triliun.

Meskipun banyak dana asing keluar, tetapi transaksi di pasar saham doemstik masih tinggi. Rerata nilai transaksi mencapai Rp 7,9 triliun per hari. Padahal nilai transaksi sempat drop dalam pada saat awal pandemi, tetapi dalam sebulan terakhir meningkat drastis. 

Investor lokal dominan bertransaksi di pasar saham saham. Berdasarkan data BEI, investor lokal menguasai 64% nilai transaksi dan asing 36%, secara year to date.

Artinya aksi jual investor asing tidak lagi membuat IHSG jatuh dalam. Selain itu, investor ritel yang secara tahun sudah mengalami kenaikan 22% dari tahun lalu menjadi 3 juta investor per Agustus 2020.

Sebenarnya aksi jual asing di bursa lokal sendiri seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi dengan dana asing yang keluar secara terus menerus dari BEI maka gerak naik IHSG cenderung akan tertekan.

Akan tetapi di sisi lain dengan keluarnya investor asing dari bursa lokal maka potensi investor domestik untuk menjadi 'tuan rumah' di bursa sendiri semakin terbuka apalagi apabila melihat valuasi emiten-emiten yang melantai di bursa efek masih tergolong murah dengan PER rata-rata IHSG sebesar 14,37 kali sehingga masih menarik bagi investor jangka panjang.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading