Ekonomi Jepang Ambruk! Bursa Asia Bergerak Variatif

Market - , CNBC Indonesia
08 September 2020 11:26
People walk past an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Wednesday, Dec. 11, 2019. Asian stock markets have risen following a report President Donald Trump plans to delay a tariff hike on Chinese goods. (AP Photo/Eugene Hoshiko) Foto: Bursa Jepang (Nikkei). (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia pada perdagangan pagi jelang siang ini, Selasa (8/9/2020) terpantau bergerak secara bervariatif setelah rilis data pertumbuhan ekonomi Jepang.

Data perdagangan mencatat, pada pukul 11:00 WIB, Indeks Nikkei di Jepang terapresiasi 0,55% ke level 23.218,3, Hang Seng Index di Hong Kong turun 0,57% ke level 24.450,2, sedangkan Indeks STI di Singapura naik 0,30% ke level 2518,7. Di sisi lain, Shanghai Composite minus 0,34%.

Adapun di bursa nasional, Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pukul 11:00 menguat 0,26% ke level 5.243,8.


Hari ini, Jepang merilis data pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020, di mana Pembacaan final terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 menghasilkan angka yang memburuk ketimbang sebelumnya.

Dalam rilis data terbaru, Selasa (8/9/2020), ekonomi negara itu kontraksi atau -7,9% dalam basis kuartalan (QtQ), dibandingkan dengan pembacaan sebelumnya pekan lalu, -7,8%.

Ini adalah kontraksi untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Sebelumnya di kuartal II 2020 ekonomi -0,6% dan di kuartal IV 2019 ekonomi -1,8%.

Hal ini juga merupakan rekor tertajam, di tengah dampak parah krisis Covid-19 terjadi. Corona membuat pembatasan sosial dilakukan di negara itu guna menekan penyebaran virus.

Sementara dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY), PDB Jepang terkontraksi 9,9%. Ini adalah catatan terburuk sejak 1979.

Jepang sudah mengalami kontraksi ekonomi selama tiga kuartal beruntun. Jepang terisap semakin dalam di 'lumpur' resesi.

Sedangkan dari Bursa Wall Street, pada hari ini tadi waktu Indonesia, bursa saham AS tersebut libur memperingati Hari Buruh sehingga tidak ada sentimen yang mempengaruhi pasar keuangan Asia.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Ekonomi AS Membaik, Bursa Asia Mayoritas Hijau


(chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading