September Ceria atau Bakal Suram untuk IHSG Hari Ini?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
01 September 2020 08:35
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan Senin (31/8/20) ditutup anjlok 2,02% di level 5.238,48. Aksi ambil untung tampaknya sedang melanda bursa saham Asia, termasuk Indonesia, setelah reli panjang.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 64 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 11,3 triliun.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan sentimen berasal dari tingkat pengangguran yang terus mengalami peningkatan. Masih belum ditemukannya vaksin memberikan implikasi terhadap kegiatan bisnis dan perekonomian khususnya kepada perusahaan- perusahaan global yang sudah memutuskan para pekerjanya lebih dari 200.000 dalam kurun beberapa pekan terakhir.


Pekerja yang sebelumnya dirumahkan pada beberapa waktu lalu untuk sementara waktu, saat ini berpotensi sangat besar untuk diberhentikan secara permanen. Goldman Sachs Group mengatakan bahwa mereka membuat perkiraan bahwa hingga sejauh ini sudah hampir seperempat tenaga kerja di Amerika yang diberhentikan dan tidak akan dipakai kembali.

Dari dalam negeri, kenaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) menjadi sorotan. Meskipun saat ini restrukturisasi telah dijalankan namun apabila kondisi tersebut masih berlanjut hingga kuartal III tentu hal ini perlu dikaji kembali.

Sekuritas ini menilai perpanjangan relaksasi tersebut perlu diwaspadai pada tahun 2022, ada potensi NPL yang akan mengalami kenaikan karena memiliki kecenderungan belum tentu perusahaan yang diberi restrukturisasi itu sudah punya kemampuan atau belum untuk memperbaiki kinerja perusahaan tersebut.

Reliance Sekuritas Indonesia menyebutkan di awal bulan investor akan menanti data inflasi dan kinerja manufaktur di beberapa negara belahan dunia sebagai indikator pemulihan ekonomi.

Secara teknikal IHSG bergerak mengkonfuirmasi pola bearish harami dan Pulled back resistance Moving Average 200 hari. Pergerakan turun mendekati target pelemahan support lower bollinger bands dan Moving Average 20 hari.

Sehingga pergerakan selanjutnya diperkirakan bergerak moderate pada level support 5.200 dan resistance 5.370.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading