Kredit BNI Masih Tumbuh 5% di Semester I-2020, Ini Rinciannya

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
18 August 2020 18:47
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menerapkan penyesuaian sistem kerja yang bertujuan untuk menekan penyebaran virus corona atau COVID-19. (BNI)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 5% menjadi Rp 576,78 triliun. Lebih rinci pertumbuhan kredit dikontribusi oleh Kredit Korporasi Swasta yang tumbuh 12,6% yoy.

Disusul kemudian oleh kredit pada Korporasi BUMN yang tumbuh 6,1% yoy, serta Segmen Kecil dan Konsumer juga menunjukkan pertumbuhan, masing-masing sebesar 3,4% yoy dan 3,9% yoy.


Target penyaluran kredit BNI di tahun ini dipatok di angka 2%-4% sejalan dengan kehati-hatian perusahaan dalam penyaluran mengingat saat ini masih terjadi pandemi Covid-19.

"Kita memproyeksikan kredit selektif sehingga hemat ATMR, Kta proyeksikan 2%-4% kredit. Sampai Juni 5% sehingga tinggal maintain pertumbuhan kredit dengan pilih selektif untuk gantikan kredit kita yang akan ada pembayaran atau pelunasan sesuai jatuh tempo," kata Sigit Prastowo, Direktur Keuangan BNI, dalam konferensi pers paparan kinerja semester I-2020 secara virtual, Selasa (18/8/2020).

Namun demikian, kenaikan penyaluran kredit ini sayangnya diikuti dengan adanya kenaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) BNI di akhir Juni 2020 lalu menjadi sebesar 3%.

Sedangkan pada posisi akhir Juni 2019, NPL bank ini berada pada level 1,8% dan akhir Desember 2019 mengalami peningkatan menjadi 2,3%.

Peningkatan NPL terbesar terjadi pada usaha menengah, meningkat jadi 6,7% sementara setahun sebelumnya masih 3,7%. Sementara itu NPL segmen kecil meningkat jadi 3,3% dari sebelumnya 2,1%.

Adapun NPL pada segmen korporasi naik jadi 2,2% dari sebelumnya 1,1%. Pada segmen ini NPL terbesar disumbang oleh sektor perdangan, restoran dan hotel yang tercatat 8,6%.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading