Kemarin ARB 3 Kali, Hari Ini Saham Farmasi Kompak Bangun!

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
30 July 2020 15:18
FILE - In this May 25, 2020, file photo, a lab technician extracts a portion of a COVID-19 vaccine candidate during testing at the Chula Vaccine Research Center, run by Chulalongkorn University in Bangkok, Thailand. As the race for a vaccine against the new coronavirus intensifies, many rich countries are rushing to the front of the line by placing advance orders for the inevitably limited supply to guarantee their citizens are immunized first.  (AP Photo/Sakchai Lalit, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham farmasi pada hari ini, Kamis (30/7/2020) berhasil terapresiasi setelah pagi tadi anjlok menyentuh level auto reject bawah (ARB).

Kenaikan hari ini sendiri resmi menyudahi kejatuhan saham farmasi yang turun terkena level ARB selama 3 hari berturut-turut.

Tumbangnya saham farmasi terjadi sehari setelah Bursa Efek Indonesia menetapkan beberapa saham yang bergerak di sektor ini sebagai saham yang bergerak tidak wajar alias UMA (unusual market activity).


Berikut gerak saham-saham emiten farmasi selama hari ini, Kamis.

Harga saham dua anak usaha Bio Farma, PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berhasil menghijau setelah pagi tadi anjlok menyentuh level auto reject bawah (ARB) pada perdagangan hari ini.

Harga saham INAF naik 8,06% ke level harga Rp 2.280/unit, sedangkan KAEF terbang 1,35% di level harga Rp 2.250/unit. Anak usaha KAEF, PT Phapros Tbk (PEHA) juga terpantau terapresiasi 1,39% ke level harga Rp 1.455/unit

Kepemilikan PT Bio Farma di saham KAEF sebesar 90,03% dan sisanya 9,97% publik, sedangkan kepemilikan PT Bio Farma di saham INAF adalah sebesar 80,68%, 13,91% dimiliki oleh Asabri, sisanya 5,4% dimiliki oleh publik.

Sementara itu saham farmasi berkapitalisasi pasar terbesar di Indonesia PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga berhasil loncat 2,62% ke level harga Rp 1.565/unit.

Praktis hanya saham emiten farmasi PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) yang anjlok 6,81% ke level Rp 890/unit menyentuh level auto reject bawahnya.

Kenaikan saham farmasi yang sangat tinggi pekan lalu terjadi setelah Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengkonfirmasi bahwa kandidat vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech sudah tiba di Indonesia dan sekarang dalam proses uji klinis tahap tiga di Bio Farma.

"Kami memang berharap nanti setelah selesai uji klinis dan dites maka bisa diproduksi juga di Indonesia. Beberapa negara memang mengajak kita kerja sama," ujar Arya Sinulingga dalam konferensi pers virtual, Senin (20/7/2020).

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan uji vaksin Covid-19 hampir final dan siap edar di Indonesia pada awal 202I. Namun ia meminta masyarakat tetap disiplin.

Sementara itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Selasa lalu (21/7/2020) menerima tim uji klinis vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bio Farma dan Badan Pegawas Obat dan Makanan (BPOM) di Istana Merdeka.

Dalam pertemuan tersebut Jokowi mengatakan Indonesia akan melakukan uji klinis vaksin Covid-19 tahap tiga dengan melibatkan 1.630 sukarelawan dan hasilnya nanti akan dibandingkan dengan hasil uji klinis yang sama di berbagai negara.


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading