Erick 'Izin' DPR, Ada 4 BUMN yang Dapat Cash Keras Triliunan

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
15 July 2020 14:51
Erick Tohir rapat di komisi VI DPR. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di ruang rapat Komisi VI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Dalam pengantar, Erick menjelaskan perihal kebutuhan perusahaan pelat merah terhadap penyertaan modal negara (PMN) di tahun ini.

Pertama untuk PT Hutama Karya sebesar Rp 7,5 triliun.

PMN ditujukan untuk melanjutkan pembangunan ruas tol proyek Jalan Tol Trans Sumatra terutama ruas Pekanbaru-Padang (seksi Pekanbaru-Pangkalan) Rp 4,3 triliun dan ruas Simpang Indralaya-Muara Enim 3,2 triliun.

"Dan seperti yang disampaikan penting sekali bagi kita membangun logistik untuk jaga kesenjangan ekonomi juga di Sumatra, jadi tidak bertumpu di Jawa," kata Erick.

Kedua untuk PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia sebesar Rp 6 triliun

PMN ini bertujuan melaksanakan Program Ekonomi Nasional (PEN) dengan memberikan penjaminan kredit modal kerja baru untuk UMKM melalui Askrindo dan Jamkrindo.



Ketiga untuk PT Permodalan Nasional Madani sebesar Rp 1,5 triliun.

PMN ini bertujuan untuk mendanai penyaluran PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) kepada 6,6 juta nasabah Mekaar di 2020.

"Kebanyakan nasabahnya adalah ibu-ibu. Pinjamannya Rp 4 juta sampai Rp 20 juta tanpa agunan dan kita harapkan dengan Covid-19 ini para pelaku usaha ultra mikro tidak tumbang. Dan perlu kita jaga mereka melakukan kegiatan terutama di Mekaar," ujar Erick.

Keempat untuk PT ITDC sebesar Rp 500 miliar.

Tujuannya untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas penunjang di KEK Mandalika.

"Ini sudah berjalan tetapi sebagai catatan kami tidak hanya PMN. Mereka (ITDC) juga mendapat pinjaman jangka panjang 32 tahun dari AIIB, bunganya kompetitif," kata Erick.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading