Sambut Positif PMI China, Bursa Eropa Menguat di Sesi Awal

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
01 July 2020 14:59
A trader works as screens show market data at CMC markets in London, Britain, December 11, 2018. REUTERS/Simon Dawson Foto: Seorang pedagang bekerja sebagai layar menunjukkan data pasar di pasar CMC di London, Inggris, 11 Desember 2018. REUTERS / Simon Dawson

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa menguat di sesi awal perdagangan Rabu (01/7/2020) di tengah gangguan teknis di bursa Jerman, merespons membaiknya aktivitas manufaktur China pada Juni.

Indeks Stoxx 600, yang berisikan 600 saham unggulan di Eropa, naik 0,5% pada sesi pembukaan. Indeks saham sektor minyak dan gas naik 1,5% menjadi pemimpin reli, sementara indeks makanan dan minuman terpeleset 0,3%.

Selang setengah jam kemudian, reli Stoxx 600 surut menjadi 0,71 poin (+0,2%) ke 361,05. Di sisi lain indeks FTSE Inggris menguat 1,8 poin (+0,03%) ke 6.171,54, indeks DAX Jerman naik 80,79 poin (+0,66%) ke 12.391,72 tapi CAC Prancis melemah 3,22 poin (-0,07%) ke 4.932,77.


Pelaku pasar menyambut positif munculnya sinyal pemulihan ekonomi di China yang terlihat dari survei aktivitas manufaktur di Negeri Panda tersebut per Juni yang terbukti lebih baik dari ekspektasi.

Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Manager's Index/PMI) sektor manufaktur versi Caixin/Markit pada Juni berada di level 51,2, atau di atas ekspektasi analis dalam polling Reuters di angka 50,5 memicu penguatan di bursa kawasan Asia Pasifik.

Indeks PMI menggunakan angka 50 sebagai batas ekspansi, dengan angka di atas 50 sebagai indikator ekspansi dan di bawah itu mengindikasikan kontraksi. Data PMI resmi yang dirilis pada Selasa kemarin juga menunjukkan adanya ekspansi aktivitas manufaktur di China pada Juni.

Perkembangan virus corona masih menggelayuti benak investor. Penasihat urusan kesehatan Gedung Putih Anthony Fauci mengatakan pejabat kesehatan di Negara Adidaya tersebut terus mengawasi munculnya flu babi strain baru di China yang berpotensi berkembang jadi pandemi.

Di AS, New York terus memantau orang yang bepergian dari kawasan zona merah yang mencatat kenaikan temuan kasus Covid-19. Kasus corona telah menjangkiti lebih dari 10,5 juta orang, dan membunuh lebih dari 510.000 orang, menurut data Worldometers.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Saksikan video terkait di bawah ini:

KIW: Harga Lahan Lebih Kompetitif, Daya Tarik KIT Batang


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading