Optimistis, 4 Bos Bank BUMN Yakin Kredit Tahun Ini Positif

Market - Moniza Wareza, CNBC Indonesia
01 July 2020 15:13
Pahala N Mansyuri Dirut BTN saat memberi keterangan PERS Rapat Koordinasi OJK Dengan HIMBARA Sebagai Tindak Lanjut PMK 70/2020 Foto: Pahala N Mansyuri Dirut BTN saat memberi keterangan PERS Rapat Koordinasi OJK Dengan HIMBARA Sebagai Tindak Lanjut PMK 70/2020

Jakarta, CNBC Indonesia - Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) tetap optimistis dengan target pertumbuhan kredit di tahun ini yang akan tetap positif, kendati pertumbuhan perekonomian nasional diprediksi bakal tergerus akibat pandemi Covid-19.

Ketua Himbara sekaligus Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Sunarso mengatakan bank-bank pelat merah masih tetap optimistis dengan target kredit positif di tahun ini.

Meskipun pertumbuhan diperkirakan tak akan sebaik di 2019 di mana kredit perbankan bisa tumbuh 6% year on year (YoY).


"Kami optimistis full year 2020 industri bank prospek kreditnya, maka kalau tahun lalu industri bisa tumbuh 6% dan tahun ini pun masih tumbuh positif. Berapa persentasenya? Saya katakan tahun ini akan tetap tumbuh positif," kata Sunarso di Komplek Bank Indonesia, Rabu (1/7/2020).

Lalu seperti apa prediksi tiap bank mengenai target kreditnya di tahun ini?

Di BRI, Sunarso memperkirakan pertumbuhan kredit akan berkisar 4%-5% YoY. Menurut dia, target tiap-tiap bank berbeda meski secara nasional kredit dipastikan masih akan tumbuh positif.

"Kredit kita optimistis positif, beda-beda bank. BRI masih akan tumbuh 4-5%, teman teman juga ada keperluan, tapi secara nasional bisa positif," terangnya.

Tak jauh berbeda dengan target BRI, Herry Sidharta, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga memperkirakan pertumbuhan kredit juga akan berkisar di angka 4% untuk periode sepanjang tahun.

"[Kredit tahun ini] 4 persenan. NPL [kredit bermasalah] saya ga begitu hafal, 2 koma berapa, masih di bawah 3 [persen]," terang dia di kesempatan yang sama.

Sementara itu, tak seoptimistis dua bank pelat merah lainnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tahun ini memperkirakan pertumbuhan kredit hanya akan berkisar 1%-2% saja.

Besaran ini dengan mempertimbangkan perkiraan pertumbuhan ekonomi yang akan negatif di tahun ini.

"Kita targetkan revisi kita, kita coba untuk positif pertumbuhannya di tahun ini. Besarnya saya ga mau muluk-muluk, 1%-2% aja udah bagus. Kan ekonomi aja negatif, kalau kita bisa positif aja bagus," terang Dirut Bank Mandiri Royke Tumilaar, saat ditemui di lokasi yang sama.

Dia mengungkapkan, pertumbuhan kredit sudah mulai tertekan pada kuartal kedua tahun ini sejak bank-bank mulai melakukan restrukturisasi kredit di akhir Maret. Hampir tak ada penyaluran kredit pada periode tiga bulan kedua tahun ini sebab jumlahnya yang sangat kecil.

"[Kredit kuartal kedua] Kecil. Ada, [tapi] kecil dan itu lunas-lunas lebih banyak daripada ekspansi. Kan harus pelunasan, jadi turun terus.Nah kita harus pertimbangkan ekspansinya supaya terjadi delta positif," imbuh dia.

Adapun Pahala N Mansury, Dirut PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), mengatakan komitmen perseroan pada tahun ini adalah kredit tumbuh positif dengan penempatan dana dari pemerintah ini.

"Sama dengan yang disampaikan, kami di BTN komitmen di 2020 kredit kami akan tumbuh positif dan dengan penempatan dana pemerintah, 3 bulan kita tumbuh 3x [dengan dana penempatan dari pemerintah Rp 5 triliun]," katanya.

Saksikan video terkait di bawah ini:

Kemenkeu Rilis Ketentuan Penempatan Dana di Bank Umum


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading