Outlook IMF Bikin Ngeri, Masih Cuan Gak Saham-saham Ini?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
25 June 2020 08:30
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu kemarin (24/6/20) ditutup terbang 1,75% ke level 4.964,73.

Data perdagangan mencatat, investor asing kembali melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 11 miliar di pasar reguler. Tercatat nilai transaksi menyentuh Rp 9,7 triliun.

Langkah pemerintah menempatkan dana Rp 30 triliun di bank pemerintah, membuat empat saham bank pemerintah melesat.


Kementerian Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Melalui aturan ini, empat Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Himbara resmi mendapatkan kepercayaan penempatan dana dari pemerintah sebesar Rp 30 triliun sejalan dengan terbitnya aturan baru dari Menteri Keuangan Sri Mulyani berkaitan dengan bantuan likuiditas perbankan.

Sentimen hari ini juga datang dari global di mana Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan ekonominya pada Rabu (24/6/2020). Bahkan outlook dengan judul A Crisis Like No Other, An Uncertain Recovery ini membuat ramalan yang makin buruk soal ekonomi global.

Ekonomi global diproyeksi akan -4,9%. Angka ini lebih rendah 1,9 poin persentase dibanding outlook IMF pada April 2020, yakni -3%. "Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang negatif pada paruh pertama 2020 daripada yang diperkirakan," tulis lembaga itu, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (25/6/2020).

Secara terperinci, negara maju akan mengalami kontraksi 8% di 2020, meski tumbuh 4,8% di 2021. Amerika Serikat akan berkontraksi 8% sedangkan Zona Eropa kontraksi 10,2%.

Ekonomi negara berkembang secara general akan minus 3%, dan akan positif kembali 5,9% di 2021. Di mana China di 2020, tetap tumbuh 1%. Namun kawasan Asia lain mencatat kontraksi, seperti India -4,5% dan ASEAN-5 -2%. Khusus di RI, ekonomi di 2020 -0,3%.

Berikut pandangan sekuritas untuk perdagangan Kamis ini (25/6/2020):

MNC Sekuritas - IHSG Uji Resisten 5.020

IHSG diperkirakan akan menguji level resistance (batas atas) 5.020 terlebih dahulu, apabila IHSG dapat menembus level tersebut maka setidaknya IHSG akan menguji level 5.040 pada fibo 78.6%.

Tetap waspadai support (batas bawah) 4.816, apabila IHSG ternyata menembus support maka IHSG akan menguji support selanjutnya di 4.712. Pada skenario merah, bila IHSG mampu menguat di atas 5.140 maka IHSG akan membentuk pola diagonal pada wave [v].

Saham pilihan:

MEDC

PGAS

BMRI

Samuel Sekuritas Indonesia - Gerak Indeks Masih Sideways

IHSG masih membentuk doji-doji berkepanjangan. Ini memberi indikasi sideways market 4.700-5.100 masih akan berlanjut menjelang penutupan semester I-2020.

Saham pilihan:

ICBP

SCMA

JSMR

CTRA

Artha Sekuritas - Penguatan IHSG Masih Bisa Berlanjut

IHSG diprediksi menguat. Pergerakan masih akan didorong oleh optimisme suntikan dana Rp 30 Tn untuk bank pemerintah sebagai bantuan untuk menjaga likuiditas perbankan. Secara teknikal candlestick membentuk long white body dengan stochastic yang membentuk goldencross mengindikasikan adanya potensi penguatan.

Saham pilihan:

ADRO

JPFA

SCMA

TLKM

Reliance Sekuritas Indonesia - Penguatan Masih Berlanjut

Secara teknikal IHSG masih kuat pada trend positif jangka menengah dan bergerak kembali di atas Moving Average 5 hari dan 20 hari. Pergerakan IHSG selanjutnya secara teknikal akan menguji upper bollinger bands sebagai konfirmasi penguatan lanjutan.

Saham pilihan:

ACES

ADRO

AKRA

ANTM


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading