Aksi Sri Mulyani & Erick Bikin Saham Bank Himbara Terbang

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
24 June 2020 16:30
Kondisi papan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/2/2018). IHSG hari ini bergerak negatif karena respon sentimen anjloknya bursa saham Amerika hingga 4,15%. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,75% hari ini ada yang menonjol. Hal yang menonjol dari kenaikan IHSG hari ini adalah sektor finansial. Indeks sektor finansial terkerek naik sebesar 3,20%.

Berhasil naiknya Sentimen positif dari dalam negeri hari ini datang dari Kementerian Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Sebanyak empat Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Himbara resmi mendapatkan kepercayaan penempatan dana dari pemerintah sebesar Rp 30 triliun sejalan dengan terbitnya aturan baru dari Menteri Keuangan Sri Mulyani berkaitan dengan bantuan likuiditas perbankan.


"Menkeu akan menempatkan uang negara pada bank umum dan untuk tahap ini bank milik pemerintah," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers, Rabu (24/6/2020).

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah kepada Himbara untuk memberikan perhatian kepada sektor-sektor yang terdampak Covid-19.

"Ini kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah kepada kami yang khususnya saat ini di Kementerian BUMN karena kita tahu BUMN sepertiga dari pergerakan ekonomi nasional," kata Erick dalam keterangan pers, Rabu (24/6/2020).

"Dan tentunya kami tidak berpikir untuk diri sendiri dan nanti akan dijelaskan pada direksi Himbara bahwa dipastikan apa yang kita sudah lakukan selama ini selalu memastikan UKM yang ada di pedesaan dan perkotaan menjadi hal yang harus diperhatikan agar bergulir kembali atau direlaksasi," kata Erick.

Tak hanya UKM, bank-bank pelat merah ini juga diminta untuk memberikan perhatian kepada korporasi dengan catatan perusahaan tersebut memiliki track record yang baik di perbankan dan menjalankan bisnis yang padat karya.

"Dan insya Allah kami Kementerian BUMN bersama Himbara ingin pastikan kepastian daripada pemulihan ekonomi berjalan dengan baik," tuturnya.

Merespons hal tersebut, saham bank milik pemerintah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) langsung melejit.

Kenaikan tertinggi hari ini dibukukan oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang harga sahamnya berhasil melesat 11,98% ke level harga Rp 1.215/unit.

Investor Asing juga mencatatkan beli bersih di saham ini sebesar Rp 31 miliar.

Sedangkan kenaikan terkecil dibukukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang hanya berhasil naik sebesar 3,65% ke level harga Rp 3.120/unit.

Kenaikan BBRI yang kalah besar dibandingkan dengan bank himbara lain dikarenakan oleh tekanan jual yang diterima BBRI hari ini cukup masif. Tercatat meskipun mengalami kenaikan, investor asing membukukan net sell di saham bank dengan aset terbesar ini sebanyak Rp 288 miliar. BBRI sendiri menjadi saham yang paling banyak dijual asing hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading