Kinerja IHSG

Saham Tercuan Pekan Ini Melesat 50%, Paling Ambles Minus 30%

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
20 June 2020 13:21
Diskusi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat di pekan ini, setelah pada pekan lalu menghentikan rentetan penguatan 3 minggu beruntun. Dalam sepekan, bursa kebanggaan Tanah Air ini menguat 1,27% ke 4.942,275.

Mengiringi penguatan IHSG, beberapa saham melesat hingga 50%, tetapi ada juga yang ambles hingga 30%.

Berikut 5 saham yang paling cuan di pekan ini berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI):


PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR)

Saham IDPR menjadi yang paling cuan di pekan ini setelah melesat 50,34% ke Rp 218/saham. PT Indonesia Pondasi Raya Tbk pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Desember 2015, dan bergerak di bidang general contractor, perdagangan umum, perindustrian, dan lain-lain. 

Kegiatan utama IDPR yakni pengerjaan konstruksi bangunan.


PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS)

LMAS menduduki peringkat kedua saham paling cuan di pekan ini setelah menguat 50%. Harga saham LMSA di penutupan perdagangan Jumat kemarin Rp 75/saham. PT Limas Indonesia Makmur Tbk merupakan perusahaan di bidang jasa konsultasi teknologi informasi.
LMAS pertama kali melatai di BEI pada 28 Desember 2001.

PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) 

Saham NZIA menguat 49,13% ke Rp 258/saham, dan menjadi emiten dengan kinerja terbaik ke tiga di pekan ini. PT Nusantara Almazia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak real estate, dan listing perdana pada 25 September 2019. 

PT Lionmesh Prima Tbk (LMHS)

Harga saham PT Lionmesh Prima menguat 41,03% ke Rp 330/saham sepanjang pekan ini. LMSH merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri besi kawat seperti weldmesh dan sejenisnya dan steel fabrication. Didirikan pada 14 Desember 1982, LMHS pertama kali melantai di bursa pada 4 Juni 1990.

PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA)

Saham PURA melesat 31,94% di pekan ini ke Rp 95/saham. PT Putra Rajawali Kencana Tbk didirikan di Surabaya pada 17 April 2012, dan listing pada 29 Januari 2020 lalu. PURA bergerak di bidang jasa pengurusan transportasi yaitu mencakup usaha pengiriman dan pengepakan barang dalam volume besar, melalui angkutan kereta api, angkutan darat, angkutan laut maupun angkutan udara.

Selain 5 saham yang cuan, berikut 5 saham yang paling ambles di pekan ini.

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)

Saham MLPT di pekan ini ambles 29,68% ke Rp 770/saham. PT Multipolar Technnology Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa, perdagangan umum, industri, percetakan dan transportasi darat serta masuk Grup Lippo. MLPT pertama kali melantai pada 8 Juli 2013 lalu.

PT Arkha Jayani Persada Tbk (ARKA)

Saham PT Arkha Jayani Persada merosot 29,35% ke Rp 650/saham di pekan ini. Berdiri pada 24 November 1999, ARKA bergerak di bidang industri manufaktur dan fabrikasi komponen alat-alat berat, karoseri body dump truck, konstruksi baja, fabrikasi peralatan minyak & gas, dan jasa pengangkutan batubara. ARKA pertama kali melantai di BEI pada 10 Juli 2019 lalu. 

PT Inter Delta Tbk (INTD)

Saham INTD melemah 22,9% ke Rp 165/saham di pekan ini. PT Inter Delta Tbk berdiri pada 15 November 1976, dan pertama kali listing 18 Desember 1989. INTD merupakan distributor tunggal dan perwakilan resmi produk Kodak di Indonesia. INTD memiliki hak untuk menjual, memproses dan melakukan jasa perbaikan atas peralatan fotografi, film dan kamera yang diproduksi oleh Kodak.

PT Ateliers Mecaniques (AMIN)

Saham PT Ateliers Mecaniques melemah 21,11% ke Rp 314/saham di pekan ini. AMIN bergerak dalam bidang industri mesin-mesin / alat pengolah kelapa sawit dan karet, industri water tube boiler, industri pembuatan package boiler dan quick doors for sterilizers, serta pemasarannya. Berdiri pada 24 Maret 1972, PT Ateliers Mecaniques pertama kali melantai pada 10 Desember 2015. 

PT Andalan Sakti Primai (ASPI)

ASPI menjadi emiten dengan kinerja terburuk kelima setelah melemah 20,55%. Berdiri pada 13 November 2012, ASPI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang real estate, dan listing di bursa pada 17 Februari 2020 lalu.


TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Corona Bikin IHSG Ambles, Ini Saham-saham yang Rontok & Kebal


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading