Internasional

Wall Street Beragam: Nasdaq Rekor, Dow Jones-S&P 'Nyungsep'

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
11 June 2020 07:07
Trader Timothy Nick works in his booth on the floor of the New York Stock Exchange, Thursday, Jan. 9, 2020. Stocks are opening broadly higher on Wall Street as traders welcome news that China's top trade official will head to Washington next week to sign a preliminary trade deal with the U.S. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup lebih rendah pada Rabu (10/6/2020). Meski indeks kaya teknologi Nasdaq mencatat rekor, namun dua indeks lainnya yakni Dow Jones dan S&P 500 justru melempem.

Nasdaq naik 0,7% ke 10.020,35. Ini merupakan rekor ketiga kali berturut-turut dan pertama kalinya indeks tersebut mencapai 10.000 poin.



Sayangnya Dow anjlok 1,0% menjadi 26.989,99. Sementara S&P 500 turun 0,5% ke 3.190,14.

Keputusan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral AS, The Fed, memperlihatkan prospek ekonomi yang lemah. The Fed tetap akan mempertahankan suku bunga acuan pada nol sampai setidaknya 2022.

Ekonomi AS diramal kontraksi 6,5% di 2020. Tapi, pengangguran akan turun dari angka saat ini 13,3% menjadi 9,3%.

"Nada bicara Powell (Gubernur The Fed) sangat praktis," kata analis Briefing .com, Patrick O'Hare dikutip dari AFP.

"Dia sangat menyadari fakta bahwa pemulihan mungkin tidak terungkap secepat yang diperkirakan,".

Saham yang bergantung pada pertumbuhan ekonomi seperti perbankan dan energi di Wall Street berakhir di zona merah. Sedangkan saham teknologi berhasil menguat.


[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Bagaikan Kapal Diamuk Ombak, Wall Street Karam di Zona Merah


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading