Erick Tunjuk Destiawan Jadi Dirut Waskita, Fadjroel Komisaris

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
05 June 2020 19:16
WESKITA
Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang pergantian manajemen di perusahaan karya BUMN terus dilakukan Menteri BUMN, Erick Thohir. Setelah tiga perusahaan sebelumnya menerima direktur utama baru, tak jauh berbeda dengan PTĀ Waskita Karya Tbk (WSKT).

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan siang ini, salah satu agenda yang dilaksanakan adalah pergantian manajemen perusahaan.

Hasil dari pergantian tersebut adalah Destiawan Soewardjono yang sebelumnya merupakan direktur di PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menjabat sebagai Direktur Utama Waskita Karya, menggantikan I Gusti Ngurah Putra.


Direktur Keuangan perusahaan yang sebelumya diisi oleh Haris Gunawan juga digantikan oleh sosok baru Taufik Hendra Kusuma.

Selain itu, perusahaan juga kedatangan direksi baru, yakni Direktur Pengembangan Bisnis dan Quality, Safety, Health dan Environment yang ditempati oleh Ferry Hendriyanto.



Berikut daftar lengkap manajemen perusahaan usai RUPST siang ini:

Dewan Komisaris
  • Komisaris Utama/Independen: Badrodin Haiti
  • Komisaris: Danis H. Sumadilaga
  • Komisaris: M Fadjroel Rachman
  • Komisaris: Robert Leonard Marbun
  • Komisaris Independen: Bambang Setyo Wahyudi
  • Komisaris Independen: Muradi
  • Komisaris Independen: Viktor S. Sirait
Direksi
  • Direktur Utama: Destiawan Soewardjono
  • Direktur Keuangan: Taufik Hendra Kusuma
  • Direktur Human Capital Management dan Pengembangan Sistem: Hadjar Seti Adji
  • Direktur Pengembangan Bisnis dan Quality, Safety, Health dan Environment: Ferry Hendriyanto
  • Direktur Operasi 1: Didiet Oemar Prihadi
  • Direktur Operasi 2: Bambang Rianto
  • Direktur Operasi 3: Gunadi
Adapun dalam RUPST ini perusahaan juga memutuskan untuk memberikan dividen Rp 46 miliar, dengan demikian dividen per unit yang diperoleh oleh pemegang saham sekitar Rp 3,4557/lembar saham.

Pada tahun buku 2019, Waskita Karya juga berhasil mencatatkan pendapatan usaha Rp 31,39 triliun dan laba bersih Rp 1,03 triliun. Total aset Rp 122,59 triliun, total liabilitas Rp 93,47 triliun, total ekuitas Rp 29,12 triliun, dan nilai kontrak baru Rp 26,08 triliun.

Perusahaan juga menerima pembayaran atas proyek turnkey Rp 26 triliun. Pembayaran proyek itu diterima atas pembayaran Proyek Jalan Tol Cinere - Serpong Rp 1,21 triliun, proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang Rp 3 triliun, proyek Tol TBPPKA (Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung) Rp 10,3 triliun.

Kemudian juga dari proyek Tol Batang - Semarang Rp 2 triliun, proyek Ruas Tol TBPPKA (Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung) (porsi VGF Tol Jakarta-Cikampek) Rp1,24 triliun, proyek transmisi paket 1-2 Sumatera Rp 4 triliun dan penerimaan proyek lainnya Rp3,9 triliun.

Kemudian untuk proyek konvensional Rp 16 triliun serta pengembalian dana talangan tanah Rp 5,4 triliun.

Tahun lalu perusahaan melakukan divestasi 2 ruas tol yakni tol Solo - Ngawi dan Ngawi - Kertosono dengan nilai transaksi Rp 2,4 triliun.
(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading