Usai ADHI & PTPP, Siap-siap Erick Rombak Pengurus WSKT & WIKA

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
05 June 2020 07:24
Menteri BUMN Erick Thohir (CNBC Indonesia/ Cantika Adinda Putri)
Jakarta, CNBC Indonesia - Benar apa yang disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga bahwa Menteri BUMN Erick Thohir belum berhenti merombak jajaran direksi dan komisaris perusahaan BUMN. Kamis kemarin, dua BUMN konstruksi pelat merah dirombak jajaran direksi dan komisarisnya.

"Ada [pergantian direksi]. Ada beberapa sektor, tunggu saja, pasti ada," kata Arya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV, Selasa (12/4/2020).

Kamis kemarin (4/6),
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Ada sembilan agenda yang dibahas dalam rapat tersebut, salah satunya antara lain adalah perombakan pengurus perseroan.


Dalam RUPST yang diselenggarakan di Kantor Pusat Adhi Karya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, perseroan merombak jajaran komisaris dan direksi. Beberapa nama yang diganti adalah Fajroel Rachman, yang sebelumnya menjabat Komisaris Utama ADHI, posisinya digantikan Dodi Usoho Hargo.

Tak hanya itu, ada beberapa nama baru yang masuk ke jajaran komisaris, salah satunya pengamat perpajakan Yustinus Prastowo.

Sedangkan pemegang saham Adhi Karya juga menyetujui perombakan direktur utama ADHI, yang sebelumnya dijabat Budi Harto digantikan oleh Entus Asnawi Mukhson. Entus sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan ADHI.


Selain merombak pengurus, emiten bersandi ADHI ini juga menyetujui penggunaan 10% dari laba bersih tahun buku 2019 sebesar Rp 663,8 miliar sebagai dividen tunai. Sedangkan, 90% atau senilai Rp 597,4 miliar ditetapkan sebagai saldo laba ditahan.

"Rp 66,4 miliar ditetapkan sebagai dividen tunai yang dibagikan kepada Pemegang Saham yang dibayarkan dengan ketentuan 51% saham atau senilai Rp33,8 miliar merupakan dividen bagian Negara Republik Indonesia yang akan disetorkan ke Kas Umum Negara," kata Corporate Secretary ADHI, Parwanto Noegroho, Kamis (4/6/2020).

Tidak hanya itu, pemegang saham ADHI juga menyetujui penerbitan penawaran umum berkelanjutan obligasi tahap III Tahun 2020 dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun yang dilaksanakan secara bertahap.

Berikut pengurus perseroan yang baru berdasarkan hasil RUPST 4 Juni 2020:

Dewan Komisaris:

- Dody Usodo Hargo (Komisaris Utama)
- Cahyo R. Muzhar (Komisaris)
- Yustinus Prastowo (Komisaris)
- Widiarto (Komisaris)
- Hironimus Hilapok (Komisaris Independen)
- Abdul Muni (Komisaris Independen)

Direksi:
- Entus Asnawi Mukhson (Direktur Utama)
- Suko Widigdo (Direktur Operasi 1)
- Pundjung Setya Brata (Direktur Operasi 2)
- A.A G. Agung Darmawan (Direktur Keuangan)
- Agus Karianto (Direktur SDM)
- Partha Sarathi (Direktur Quality, Health, Safety and Environment dan Pengembangan)

Selain ADHI, Erick juga kembali merombak pengurus perusahaan PT PP Tbk (PTPP). Perombakan dilakukan melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 pada Kamis (4/6/20) bertempat di Kantor Pusat PTPP Jakarta. Hasilnya, Novel Arsyad ditunjuk sebagai Direktur Utama PTPP.

Novel sebelumnya menjabat Direktur Human Capital dan Pengembangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Novel Arsyad menggantikan bos PT PP sebelumnya Lukman Hidayat.

Berikut susunan dewan komisaris dan direksi perseroan yang baru:

Komisaris:
- Komisaris Utama/independen: Andi Gani Nena Wea
- Komisaris: Sumardi
- Komisaris: Ernadhi Sudarmanto
- Komisaris: Hady Rahardian
- Komisaris: Loso Judijanto
- Komisaris Independen: Noor Rochmad


Direksi :

- Direktur Utama: Novel Arsjad
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Agus Purbianto
- Direktur Strategi Korporasi dan Human Capital Management : Yulari Pramuraharjo
- Direktur Operasi I: Anton Satyo Hendriatmo
- Direktur Operasi ll : Mohamad Toha Fauzi
- Direktur Operasi lll : Eddy Herman Harun

Dalam RUPST tersebut juga memutuskan, Andi Gani Nena Wea terpilih kembali menjadi presiden komisaris. Ini merupakan periode keduanya menempati posisi tersebut.

Andi Gani yang juga dikenal sebagai pimpinan konfederasi buruh ASEAN dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang merupakan konfederasi buruh terbesar di Tanah Air.

Di dalam RUPS Tahunan tersebut, terdapat 10 mata acara yang dipaparkan kepada Para Pemegang Saham. PTPP melaporkan kinerja perusahaan untuk Tahun Buku 2019 dimana Pendapatan Usaha (revenues) mencapai Rp 24,65 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun.

Sementara itu, Pemegang Saham PTPP dalam RUPS Tahunan juga telah menyetujui pembagian dividen tunai (dividend payout ratio) sebesar 22,5% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau setara dengan Rp 33,842/saham untuk tahun buku 2019.

"PTPP akan membayar Dividen Tunai tahun buku 2019 sebesar Rp 209 miliar atau setara dengan Rp 33,842 per lembar saham kepada para Pemegang Saham. Usulan tersebut telah disetujui dan disahkan dalam RUPS Tahunan sehingga dapat dibayarkan oleh perusahaan pada awal bulan Juli 2020," ujar Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPP, Agus Purbianto.


[Gambas:Video CNBC]

Giliran Waskita dan Wijaya Karya
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading