Awal Pekan Ceria, IHSG Bisa Melesat 1% Lebih Jika Tak Libur

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
01 June 2020 11:14
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin (1/6/2020) libur Hari Lahir Pancasila. Melihat pergerakan bursa saham Asia hari ini, seandainya tidak libur Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang besar menguat tajam.

Di saat hubungan China dan Amerika Serikat (AS) kian memburuk, bursa saham Asia mampu menghijau pada hari ini. Indeks Hang Seng Hong Kong bahkan melesat lebih dari 3%. Padahal, Hong Kong merupakan "sumber" masalah baru antara AS vs China.

Parlemen China pada pekan lalu menyetujui undang-undang keamanan baru untuk Hong Kong, yang merupakan wilayah administratifnya. Undang-undang tersebut dibuat merespon demo berdarah selama berbulan-bulan pada tahun lalu.


Sayangnya, undang-undang yang dibuat kali ini justru kembali memicu demo berdarah di Hong Kong dalam beberapa hari terakhir.

Merespon tindakan China ke Hong Kong, Presiden AS Donald Trump pada Jumat (29/5/2020) waktu setempat mengatakan akan mencabut hak istimewa yang diberikan ke Hong Kong dalam hal perdagangan.

"Saya memerintahkan kabinet saya untuk menghilangkan kebijakan yang memberikan perlakuan khusus ke Hong Kong," kata Trump sebagaimana dilansir CNBC International.

"Pengumuman saya hari ini akan berlaku untuk semua perjanjian yang kita miliki dengan Hong Kong, mulai dari perjanjian ekstradisi, hingga kontrol ekspor dan teknologi. Perlakuan khusus untuk Hong Kong akan kami cabut, dan statusnya akan sama dengan wilayah China lainnya," tegas Trump.



Meski demikian, tindakan Trump tersebut tidak membuat bursa Hong Kong dan China serta bursa Asia lainnya goyah pada hari ini.

Indeks Hang Seng Hong Kong melesat 3,5%, Shanghai Composite China +1,76%, Nikkei Jepang +1,18%, dan Kospi Korea Selatan +1,48%.

Sementara dari kawasan ASEAN, Indeks Strait Times Singapura menguat 1,71%, FTSE Malaysia +1,05%, dan Set Thailand +1,37%.

"Harus diakui, tekanan Trump ke China yang mengimplementasikan udang-undang keamanan di Hong Kong, tidak terlalu berdampak ke pasar" kata Vishnu Varathan, kepala ekonom dan strategi di Mizuho Bank, sebagaimana dilansir CNBC International.

Pelaku pasar lebih melihat kabar baik dari China, Minggu purchasing managers' index (PMI) manufaktur bulan Mei dilaporkan sebesar 50,6. Meski menurun dari bulan sebelumnya 50,8, tetapi masih di atas 50, yang artinya sektor manufaktur China masih berekspansi.

Data tersebut menunjukkan China bisa segera bangkit setelah pandemi penyakit virus corona (Covid-19) bisa diredam, dan memberikan optimisme ke pasar finansial Asia.

Melihat pergerakan bursa Asia yang semuanya menguat di atas 1%, besar kemungkinan IHSG juga akan melesat lebih dari 1% jika hari ini tidak libur. Apalagi, pemerintah sudah berencana memutar kembali roda perekonomian di bulan ini dengan tatanan kehidupan baru (new normal).

Roda Bisnis Diputar Lagi Bulan Ini
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading