Stimulus Baru OJK, IHSG Melesat 1,6%, Asing Borong Rp 534 M

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
28 May 2020 15:35
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Kamis 26/3/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis ini (28/5/20) ditutup di level 4.716,18 atau naik sebesar 1,61%. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing sudah percaya diri untuk mencatatkan aksi beli bersih sebanyak Rp 534 miliar di pasar reguler hari ini. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah PT Bank Central Asia (BBCA) dengan net buy sebanyak Rp 515 miliar. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 12,03 triliun, lebih besar dari beberapa hari sebelumnya antara Rp 6-8 triliun.

Sedangkan bursa Asia dipantau bervariatif, Hang Seng Index di Bursa Hong Kong turun sebesar 0,72%, Nikkei di Jepang terapresiasi sebesar 2,32%, sedangkan STI Singapore turun sebesar 0,04%.

Kenaikan ini merupakan reli naik IHSG selama 3 hari berturut-turut yang menyebabkan IHSG terapresiasi 3,71%. Reli IHSG ditenggarai ditopang oleh sentimen positif akan segera diputarnya kembali roda perekonomian di Indonesia melalui simbolisasi yang di lakukan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Dari dalam negeri kenaikan IHSG hari ini ditopang oleh sektor finansial setelah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja mengeluarkan stimulus lanjutan dengan merelaksasi ketentuan di sektor perbankan guna lebih memberikan ruang likuiditas dan permodalan perbankan. Dengan relaksasi lanjutan ini OJK berharap stabilitas sektor keuangan tetap terjaga di tengah pelemahan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19

Selain itu apresiasi IHSG hari ini juga merupakan
respons dari banyaknya sentimen positif terutama dari Negeri Paman Sam.

Bursa 
saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street pada perdagangan Rabu kemarin (27/05/20) atau Kamis pagi waktu Indonesia, terpantau naik. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) terapresiasi 2,21%, Nasdaq naik 0,77%, dan S&P 500 terbang 1,48%.

Reli 2 hari beruntun pasar saham Negeri Paman Sam tak terlepas dari berbagai bombardir kabar baik yang datang dari kemajuan pengembangan vaksin dan pembukaan kembali ekonomi.

CNBC International melaporkan sebanyak 50 negara bagian di AS telah membuka kembali ekonomi mereka secara bertahap. Pada hari Selasa, Gubernur New Jersey Phil Murphy mengatakan negara bagian tersebut akan mengizinkan tim olahraga profesional untuk melanjutkan latihan dan kompetisi.

"Pasar telah membuat pola-V ke atas dan ada banyak skeptisisme seputar itu, tetapi kami baru melihat beberapa bukti dari sejumlah data yang berubah," kata Michael Darda, Kepala Strategi Pasar dan Kepala Ekonom MKM Partners.

Sentimen konsumen AS juga membaik seiring dengan pembukaan ekonomi secara bertahap yang dilakukan. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang melompat menjadi 86,6 bulan ini, dari 85,7 pada April, mengacu pada data Conference Board. Padahal ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan indeks keyakinan konsumen berada di angka 82,3 pada Mei.

Tak bisa dipungkiri, sentimen memang sedang bagus-bagusnya. "Untuk pertama kalinya dalam krisis ini, kita dibombardir oleh kabar baik," kata Jim Paulsen, Kepala Strategi Investasi di Leuthold Group, mengutip CNBC International.

Akan tetapi k
abar terbaru, DPR AS pada Rabu (27/05/20) meloloskan RUU yang menyerukan sanksi terhadap para pejabat Tiongkok atas tindakan penahanan dan penyiksaan komunitas Muslim Uighur di wilayah barat Xinjiang negara tersebut.

Saat ini RUU tersebut diberikan kepada Presiden Donald Trump. Belum jelas apakah Trump akan menandatangani dan mengesahkan RUU tersebut menjadi undang-undang.

Retaknya hubungan AS-China di tengah merebaknya pandemi corona membuat kesepakatan dagang interim keduanya yang diteken pertengahan Januari lalu jadi terancam. Bahkan konflik keduanya dinilai dapat berkembang menjadi perang permodalan, teknologi hingga konfrontasi militer. 

Indeks
kontrak berjangka (futures) Dow Jones di AS, Dow Futures terpantau naik sebesar 0,63%.

Sementara itu dari Benua Biru
 beberapa negara seperti Portugal, Yunani, Spanyol, Italia, Belanda, Swedia dan Islandia bahkan sudah mewacanakan untuk kembali menyambut para pelancong dan memacu sektor pariwisatanya untuk kembali beroperasi.

Pelonggaran lockdown di Italia disambut dengan euforia oleh warganya terutama dari kalangan muda. Banyak warga kalangan muda yang mengadakan pesta dengan pergi ke pantai untuk merayakan pelonggaran tersebut. Euforia ini memicu munculnya kekhawatiran akan adanya gelombang kedua wabah.
 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]




(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading