OJK Tunda Penerapan Basel III di Bank, Ini Alasan Lengkapnya

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
28 May 2020 11:27
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). (Youtube Kemenkeu RI)
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk menunda penerapan Basel III Reforms untuk industri perbakan hingga 1 Januari 2023 mendatang. Dengan demikian ketentuan modal bank umum konvensional dan syariah saat ini masih mengacu pada perhitungan aset tertimbang menurut risiko (ATMR) yang saat ini masih berlaku.

Kebijakan penundaan ini merupakan bagian dari relaksasi yang diberikan OJK kepada perbankan yang merupakan salah satu dari beberapa stimulus lanjutan dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

Ditundanya penerapan Basel III ini sejalan dengan langkah Basel Committee on Banking Supervision (BCBS). Dalam keterangan yang diterbitkan oleh BCBS ini disebutkan bahwa penerapan ini akan ditunda di Indonesia hingga waktu 2023 mendatang.



Basel III ini mencakup perhitungan ATMR untuk risiko operasional, perhitungan ATMR untuk risiko kredit, perhitungan ATMR untuk risiko pasar dan credit valuation adjustment (CVA).

Adapun Basel III ini diterbitkan pada 2017 sebagai standar perbankan pasca krisis dan difinalisasi pada 2019 untuk penghitungan ATMR untuk risiko pasar.

Secara umum Basel III ini diterbitkan dengan latar belakang krisis keuangan global yang terjadi pada periode 2007-2009.

Berdasarkan laman resmi OJK, Basel III merupakan reformasi pengaturan di sektor perbankan sebagai respon krisis keuangan dunia tahun 2008 yang diakibatkan oleh kurangnya kecukupan modal, tingginya variasi ATMR antarbank, leverage yang sangat tinggi dan liquidity crunch.



[Gambas:Video CNBC]




(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading