Begini Layanan Bank Ala BCA Saat New Normal

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
27 May 2020 17:40
FILE PHOTO: Customers use Bank Central Asia (BCA) automatic teller machines at BCA's headquarters in Jakarta, Indonesia February 3, 2010. REUTERS/Beawiharta/File Photo
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memberlakukan sejumlah protokol baru seiring dengan berlakunya kebijakan normal baru (new normal) yang digagas pemerintah. Perubahan itu antara lain dengan mendorong transaksi perbankan secara digital dan membatasi jumlah kantor cabang yang beroperasi.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, dalam menghadapi kondisi normal baru itu, perusahaan sudah memberlakukan beberapa kebijakan, antara lain bekerja dari rumah untuk sebagian karyawan.

"Kita dianjurkan WFH. Tapi, namanya bank tidak bisa WFH semua. Mungkin cabang harus buka 40%," tutur Jahja, dalam pemaparan kinerja, Rabu (27/5/2020).


Tidak hanya itu, perseroan juga menerapkan kebijakan jaga jarak (physical distancing) di area perkantoran maupun kantor cabang. Menerapkan protokol kesehatan seperti wajib menggunakan masker, hand sanitizer dan pengecekan suhu tubuh untuk mencegah penularan virus Corona jenis baru.

Tidak hanya itu, dengan kondisi normal baru dan aktivitas masyarakat cenderung terbatas, BCA mendorong nasbaah melakukan transaksi perbakan secara daring melalui internet banking maupun mobile banking.

"Di tengah pandemi COVID-19, BCA mendukung kebijakan physical distancing, penyediaan layanan perbankan melalui berbagai online channels. Terjadi peningkatan transaksi mobile dan internet banking," tutur Jahja.

Sementara itu, dalam menghadapi kondisi normal baru di lingkungan internal BCA, perseroan akan melakukan efisiensi dengan membatasi kunjungan dinas karyawan, mengurangi biaya enternaintment nasabah. "Tapi ada penyediaaan untuk masker, sanitizer, extra cost baru. Belum lagi space, menyediakan makan siang karyawan, ini ada penghematan tapi juga ada extra cost yang kita bayarkan," tuturnya.

Sebagai informasi, pada periode 3 bulan pertama tahun ini, BCA mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 6,58 triliun selama kuartal I-2020, atau naik 8,58% dari periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 6,06 triliun.

Sementara laba bersih bank only atau individual BCA pada periode 3 bulan pertama tahun ini yakni sebesar Rp 6,10 triliun, naik 8,61% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 5,62 triliun.

Dari sisi penyaluran kredit, secara individual bank dan konsolidasi BBCA juga meningkat selama kuartal I/2020 yakni masing-masing sebesar 1,6% yoy. Penyaluran kredit secara secara individual bank selama kuartal I/2020 mencapai Rp 597,73 triliun dari periode yang sama 2019 yakni Rp 588,25 triliun, sementara secara konsolidasi adalah senilai Rp 596,41 triliun dar sebelumnya Rp 586,94 triliun.


[Gambas:Video CNBC]




(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading