Duh! Hari Ini Harga CPO Ambles 2% Lebih, Ada Apa?

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
22 May 2020 12:22
Kelapa sawit (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mengalami koreksi pada hari ini setelah menguat dalam sepekan. Hubungan Malaysia dengan India yang mulai membaik turut menjadi sentimen positif yang mengerek harga CPO. 

Jumat (22/5/2020) harga CPO kontrak berjangka yang diperdagangkan di Bursa Malaysia Derivatif (BMD) turun 45 ringgit atau ambles 2,04% ke RM 2.162/ton. Walau mengalami koreksi harga CPO masih mencatatkan penguatan 3,4% dalam sepekan.




Malaysia kembali menyuarakan komitmennya untuk semakin memperkuat hubungan diplomatik dan perdagangan dengan India, setelah pembeli minyak nabati terbesar di dunia itu memperbarui pembelian minyak sawit Malaysia.



Reuters melaporkan, India membeli hingga 200.000 ton minyak sawit mentah Malaysia untuk Juni dan Juli, setelah jeda empat bulan menyusul pertikaian diplomatik antara kedua belah pihak 

Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Mohd Khairuddin Aman Razali mengatakan pada hari Kamis, ekspor Malaysia ke India pada Januari hingga April turun drastis menjadi 96.145 ton, atau ambrol 94% dari periode yang sama pada 2019.

Malaysia sebagai penghasil dan pengekspor minyak sawit terbesar kedua di dunia telah memangkas bea keluar minyak sawit Juni menjadi nol agar lebih kompetitif di tengah masa pandemi seperti sekarang ini.

"Volume perdagangan minyak kelapa sawit berjangka di Bursa Malaysia melonjak 47% menjadi 66.427 lot pada hari Rabu dibandingkan dengan rata-rata harian 45.200 lot pekan lalu," kata Mohd Khairuddin.

Dia menambahkan bahwa kesiapan Malaysia untuk mengatasi defisit perdagangan antara kedua negara juga telah menyebabkan pembelian lebih banyak orang India.

"Pemerintah mengharapkan perkembangan positif ini untuk memperkuat harga minyak sawit di pasar," kata Mohd Khairuddin, menambahkan bahwa itu juga akan mendukung industri, terutama petani kecil.

Petani kecil di Malaysia dan Indonesia - yang bersama-sama menyumbang 85% dari produksi minyak sawit global - mengurangi penggunaan pupuk karena penurunan harga tandan buah segar, hal ini jadi risiko terhadap produksi tahun depan.


[Gambas:Video CNBC]





TIM RISET CNBC INDONESIA
(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading