Terjun Bebas! 10 Saham LQ45 Ambles 40% Lebih

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
22 May 2020 09:47
Diskusi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Ilustrasi. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 10 saham di daftar Indeks LQ45 tercatat sudah mengalami koreksi lebih dari 40% selama pandemi virus corona (Covid-19) mengguncang bursa saham dunia dan domestik. Bahkan ada saham di daftar indeks saham-saham paling likuid tersebut yang terkoreksi lebih dari 60%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), selama tahun berjalan (year to date/ytd) hingga 20 Mei 2020, indeks LQ45 tercatat anjlok 33,75%. Koreksi indeks LQ45 tersebut lebih besar dari koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat 27,84% pada periode yang sama.

Nah, dari 10 saham tersebut tercatat PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebagai saham yang paling dalam koreksinya, sebesar 63,68%. Lalu saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) anjlok 61,75%.


Ada juga saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), perusahaan kertas milik Grup Sinarmas, yang terkoreksi 60,78%. Lalu saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkoreksi 54,14% dan saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) turun 51,79%.


Berikut ini tabel 10 saham LQ45 dengan kinerja terburuk:


LQ45Foto: CNBC Indonesia
LQ45


Secara sektoral, secara YTD sektor aneka industri tercatat mengalami koreksi paling dalam, terpangkas 38,53%. Lalu sektor agrikultur turun 36,52%, disusul sektor properti yang ambles 36,56% dan sektor keuangan yang drop 34,54%.

Koreksi bursa saham domestik bukan sendirian. Hampir semua bursa saham utama global mengalami koreksi, seperti bursa saham Amerika Serikat (AS) terkoreksi 15,18%, bursa saham Jepang 12,94%, Hong Kong turun 13,55% dan Singapura 20,61%.


[Gambas:Video CNBC]



(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading