Internasional

AS-China Makin Panas, Wall Street Nyungsep Lagi

Market - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
22 May 2020 06:51
Trader Timothy Nick works in his booth on the floor of the New York Stock Exchange, Thursday, Jan. 9, 2020. Stocks are opening broadly higher on Wall Street as traders welcome news that China's top trade official will head to Washington next week to sign a preliminary trade deal with the U.S. (AP Photo/Richard Drew)
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, kembali mengakhiri perdagangan di zona merah Kamis (21/5/2020). Ketegangan antara AS dan China, serta lonjakan data klaim pengangguran AS menjadi penyebab.

Dow Jones turun 0,4% menjadi 24.474.12. Sementara S&P turun 0,8% menjadi 2.948,51 sedangkan Nasdaq anjlok 1% menjadi 9.284,88.





Setelah Taiwan, eskalasi hubungan kedua negara terjadi karena Presiden AS Donald Trump bersikeras memberlakukan undang-undang keamanan nasional untuk Hong Kong sebagai tanggapan atas protes massa pro demokrasi di wilayah otonomi itu. Kritik sebelumnya juga dikatakan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.

Menurut CEO dan co-chief investment officer di TrimTabs Asset Management di New York, Bob Shea, Trump memang menggunakan China untuk kepentingan pemilu presiden AS November nanti.

"Sepertinya China akan digunakan sebagai kantong untuk pemilihan mendatang," katanya dikutip Reuters.

"Gedung Putih telah memutuskan untuk mengayunkannya ke China daripada menyelamatkan kesepakatan perdagangan Fase I," ujarnya lagi.

Hubungan AS dan China kembali panas karena penyebaran COVID-19. Trump menyalahkan China dan menyebut Tirai Bambu gagal mengalahkan pandemi.

Imbasnya Trump mengancam tak mau bernegosiasi lagi dengan China soal perang tarif yang sejak 2018 terjadi. Setelah menandatangani perjanjian perdagangan Fase I di Januari lalu, Trump dan Xi Jinping seharusnya membahas Fase II di November nanti.


[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading