Internasional

China Didepak dari Wall Street? Alasan AS: Sesatkan Investor

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
22 May 2020 06:30
Donald Trump dan John Kennedy, December 2016 (Andrew Harnik/AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua senator AS dari dari Partai Republik dan Demokrat yang menjadi inisiator RUU Akuntabilitas Perusahaan Asing atau Holding Foreign Companies Accountable Act menegaskan bahwa beleid yang tengah diperjuangkan ini bertujuan demi menjaga kepentingan investor AS.

Kedua senator inisiator RUU tersebut yakni John Kennedy, senator Louisiana dari Partai Republik, dan Chris Van Hollen, senator Demokrat dari Maryland.

"SEC [Securities and Exchange Commission] bekerja keras untuk melindungi investor Amerika agar tidak ditipu. Ini sama saja bahwa kita memberi perusahaan-perusahaan China kesempatan mengeksploitasi warga Amerika yang bekerja keras - mereka yang menempatkan uang pensiun dan tabungan mereka di bursa kita," kata Senator John Kennedy, dalam situs resminya, kennedy.senate.gov, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (22/5/2020).

"Ada banyak pasar [saham] di seluruh dunia yang terbuka untuk [berbuat] curang, tetapi Amerika tidak bisa menjadi salah satu dari mereka," tegas Kennedy yang terpilih sebagai senator sejak 2016 ini.


Dia menilai China sedang mencoba mendominasi dan bersikap curang di setiap kesempatan. "Saya berharap kolega saya di DPR akan segera mengirimkan RUU ini meja presiden sehingga kita dapat melindungi orang Amerika dan uang mereka [dari investasi di perusahaan China]," tegas Kennedy.

Sebagai informasi, RUU tersebut sudah diloloskan oleh Senat atau DPD-nya AS pada Rabu (20/5/2020) waktu AS, tinggal menunggu kelanjutan dari DPR AS (House of Representatives). Kongres AS yang terdiri dari DPR dan Senat ini akan meloloskan undang-undang yang disepakati oleh Senat, yang kemudian dikirim ke Presiden Donald Trump untuk diratifikasi.

Dalam kesempatan yang sama, 
Chris Van Hollen juga mengatakan sudah terlalu lama perusahaan-perusahaan China mengabaikan standar pelaporan keuangan di bursa saham AS dan cenderung menyesatkan investor pemilik modal di Negeri Paman Sam.

"Ketika kita terus mengalami kejatuhan ekonomi dan volatilitas yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, kebutuhan untuk melindungi investor utama adalah yang paling penting," katanya di situs kennedy.senate.gov.

"Sudah terlalu lama, perusahaan China mengabaikan standar pelaporan AS, menyesatkan investor kami," tegas Van Hollen.

Sebab itu, dia menegaskan semua perusahaan publik di AS, mau dari AS sendiri atau dari China, harus memiliki standar yang sama, dan RUU tersebut akan menjadi regulasi dalam menyamakan kedudukan dan memberi investor transparansi yang mereka butuhkan sebelum mengambil keputusan investasi.

"Saya bangga bahwa kami dapat melewatinya hari ini [meloloskan RUU] dengan dukungan bipartisan yang luar biasa, dan saya mendesak rekan-rekan DPR kami untuk bertindak cepat [mengirimkan ke Trump]," kata Van Hollen.

Di Twitter, Kennedy pun mengungkapkan kegeramannya terhadap sepak terjang emiten China di pasar saham AS, Wall Street.

"Partai Komunis China curang, dan RUU Akuntabilitas Perusahaan Asing ini akan menghentikan mereka dari kecurangan di bursa saham AS," tegas Kennedy yang juga anggota Komite Perbankan Senat, dalam cuitan di Twitter.

"Kita tidak bisa membiarkan ancaman asing terhadap dana pensiun Amerika berakar di bursa kita."



Sebelumnya, Senat AS meloloskan RUU di bidang pasar modal yakni "Holding Foreign Companies Accountable Act" yang digulirkan pada Rabu (20/5/2020) waktu AS.

RUU ini akan membuat perusahaan-perusahaan China yang tercatat di bursa AS seperti Alibaba Group Holding Ltd. dan Baidu Inc. bisa terdepak dari bursa saham AS di tengah hubungan kedua negara yang makin tegang.

Secara khusus, undang-undang tersebut akan mewajibkan perusahaan asing untuk menyatakan tidak dimiliki atau dikendalikan oleh pemerintah asing. Perusahaan asing wajib diaudit oleh Dewan Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik (Public Company Accounting Oversight Board/PCAOB) jika perusahaan tersebut sebelumnya menggunakan perusahaan akuntansi asing yang tidak dapat diperiksa oleh dewan.


Jika dewan PCAOB tidak dapat memeriksa kantor akuntan perusahaan selama 3 tahun berturut-turut, saham perusahaan terkait tak bisa diperdagangkan di bursa.

Dewan PCAOB yang diawasi oleh otoritas bursa Securities and Exchange Commission (SEC) ini adalah badan nirlaba yang mengawasi audit semua perusahaan AS yang ingin mencari dana di pasar saham.

"Mudah-mudahan, ini adalah seruan untuk China mereka bisa menyesuaikan diri dengan seluruh dunia dan memungkinkan transparansi dalam audit perusahaan-perusahaan China," kata Clete Willems, mantan penasihat perdagangan administrasi Trump dan partner di Akin Gump, kepada CNBC.



[Gambas:Video CNBC]



(tas/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading