Asing Kok Banyak Lepas Saham Bank RI, Ada Apa?

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
14 May 2020 17:14
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam sepekan terakhir, investor gencar tarik dana dari pasar saham domestik. Dalam sepekan, tercatat aksi jual bersih asing selama satu minggu terakhir sebanyak Rp 3,8 triliun di pasar reguler saja.

Dari awal tahun hingga pergadangan hari ini, dana asing yang keluar dari bursa saham domestik mencapai Rp 26,62 triliun di pasar reguler.

Saham-saham dari sektor perbankan paling banyak dilepas investor asing sepanjang tahun, dan dalam sepekan terakhir semakin tinggi. Di saat pandemi Corona ini investor asing menganggap sektor finansial di Indonesia sudah tidak seksi lagi.


Perusahaan investasi asing seperti JPMorgan sudah mengurangi porsi investasi pada saham-saham sektor perbankan dan industri keuangan di seluruh pasar negara berkembang (emerging markets) atau underweight.

 

Sektor perbankan di negara berkembang mengalami masa-masa yang sulit dalam mengembangkan bisnisnya akibat pandemi virus COVID-19.

Berikut jumlah penjualan investor asing di pasar reguler pada 5 saham perbankan besar di Indonesia.



Dapat dilihat aksi jual asing selama 1 minggu terakhir terjadi paling masif di saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yaitu sebanyak Rp 1,57 triliun. Selama tahun berjalan saham BBRI sudah dijual asing sebanyak Rp 5,73 triliun.

Berberapa alasan investor asing melepas saham di sektor finansial di negara berkembang menurut Pedro Martins Jr, kepala strategi ekuitas pasar negara berkembang JPMorgan adalah karena bank memiliki ruang "sangat terbatas" untuk memperluas portofolio pinjaman mereka.

Dan mengingat bahwa bank sentral di seluruh dunia telah memangkas suku bunga ke tingkat yang sangat rendah, ruang bagi bank untuk meningkatkan margin mereka pada pinjaman dan produk lainnya "juga sangat sempit,".



Langkah-langkah karantina di banyak negara memaksa bisnis ditutup sementara dan jutaan orang kehilangan pekerjaan, mempengaruhi kemampuan perusahaan dan rumah tangga untuk membayar utang mereka dan mengajukan pinjaman bank yang baru.

Apalagi sektor finansial di AS belum juga kelihatan kapan akan pulih dan masih terkoreksi sebesar 32,24% sementara di sektor lain dan di indeks secara umum sudah terjadi perbaikan.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading