Ada Insider Trading Saham Saat Corona, Trump Jengkel!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
14 May 2020 12:34
Presiden Donald Trump konferensi pers COVID-19. AP/Alex Brandon

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluapkan kekesalannya di akun Twitter resminya, @realdonaldtrump. Kekesalan itu bermula karena dia menduga ada pihak-pihak yang sengaja memanipulasi pasar, menjatuhkan bursa saham Wall Street, lalu mengeruk keuntungan dari rebound-nya bursa AS.

Siapa yang dimaksud Trump tersebut?

Secara eksplisit, Presiden AS dari Partai Republik itu hanya menuding di Twitter bahwa ada gerombolan investor kaya yang dia sebut sebagai "rich guys". Mereka inilah yang diduga kuat memanipulasi pasar saham dengan memberi pernyataan bernada negatif yang menghantam pasar lalu mengambil keuntungan dari kenaikan harga saham sesudahnya.

Sebab itu, dalam cuitan di Twitter, pada Rabu (13/5/2020) waktu AS, Trump mewanti-wanti agar para investor dan pelaku pasar waspada terhadap "rich guys" yang memanfaatkan platform atau media mereka untuk berkomentar negatif terhadap pasar saham, dan kemudian cenderung mendapatkan keuntungan dengan bertaruh melawan tren pasar.

"Ketika mereka yang disebut "rich guys" [orang kaya] memberi pernyataan negatif soal pasar [saham], Anda harus selalu ingat bahwa beberapa [dari mereka] bertaruh besar terhadapnya, dan [di satu sisi] mengeruk banyak keuntungan jika [saham] turun," tweet Trump.


"Kemudian [pada saat yang sama], mereka dapat sentimen positif, dapat publikasi, yang besar, dan membuatnya [harga sahamnya] naik. Mereka mendapatkan Anda dengan dua skenario itu, ini hampir tidak legal?"



Komentarnya ini sebetulnya mengikuti pernyataan manajer pengelola dana (hedge fund) para miliarder, Stanley Druckenmiller, pada Selasa malam tentang pasar saham yang dinilai terlalu tinggi secara historis. Druckenmiller adalah Chairman dan CEO Duquesne Family Office.

"Risiko pasar saham mungkin jadi terburuk yang pernah saya rasakan dalam karier saya," kata Druckemiller kepada Economic Club of New York, dilansir CNBC International.

"Kartu liar di sini adalah The Fed [bank sentral AS] selalu dapat meningkatkan pembelian (aset) mereka," tegasnya. Druckemiller juga dikenal sebagai investor dan dermawan asal AS.

Lantas benarkah ada manipulasi pasar, salah satunya ada aktivitas perdagangan orang dalam alias insider trading?

[Gambas:Video CNBC]



Sulitnya Membuktikan Insider Trading di Bursa AS
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading