Cadev RI Lompat US$ 7 M, IHSG Sesi I Sendirian di Zona Merah

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
08 May 2020 11:51
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Selepas rilis cadangan devisa Indonesia Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,38% ke level 4.591,34 pada sesi 1 setelah sempat naik ke titik tertingginya di level 4.630,58.

Rilis data Bank Indonesia yang dinanti investor menunjukan cadangan devisa Indonesia pada April 2020 tercatat sebesar US$ 127,9 miliar. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yaitu US$ 121 miliar.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," sebut keterangan tertulis Bank Indonesia, Jumat (8/5/2020).

 


Peningkatan cadangan devisa pada April 2020, lanjut keterangan BI, terutama dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

Hasil rilis cadangan devisa ini berada sedikit di bawah prediksi tradingeconomics yang memperkirakan cadangan devisa nasional akan meningkat menjadi US$ 131,1 miliar.

Bursa saham domestik sebenarnya sempat dapat angin segar, karena dini hari tadi 3 indeks besar di Wall Street ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average yang naik 0,89%, S&P 500 yang terapresiasi sebanyak 1,15%, dan Nasdaq Composite berhasil terbang sebanyak 1,41%.

Reli selama 4 hari terakhir ini mengembalikan indeks Nasdaq ke awal tahun 2020 sebelum COVID-19 menghantam bursa Amerika Serikat (AS).

Kenaikan bursa Wall Street ini disebabkan oleh optimisme para pelaku pasar dengan pelonggaran karantina wilayah di berberapa negara bagian di AS. Bahkan di California, New York, dan Georgia bisnis yang non-esensial sudah mulai boleh beroperasi. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menunjukan dirinya siap membuka kembali ekonomi berapapun harganya.

"Ya saya kira ada kemungkinan (jumlah orang yang meninggal akan meningkat) karena mereka tidak lagi mengunci diri di rumah, tapi bersamaan dengan itu (ketika dibukanya kembali ekonomi) mereka akan mempraktikan pembatasan sosial dan mereka akan rajin mencuci tangan karena selama ini sudah terbiasa" ungkap Trump dalam wawancara dengan ABC News Kamis (6/5/2020).

Sementara itu, bursa saham Asia saat ini terpantu mayoritas berada di zona hijau. Indeks Nikkei menguat 2,16%, indeks Hang Seng naik 0,99%, indeks Shanghai menguat 0,91% dan indeks Straits Times menguat 0,12%. 

 

Pelaku pasar juga mencerna data dari Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan penurunan berkelanjutan dalam jumlah klaim baru untuk tunjangan pengangguran. Laporan itu mengatakan klaim pengangguran awal turun menjadi 3,169 juta, penurunan 677.000 dari 3,846 juta periode sebelumnya.

Investor asing nampak masih enggan untuk memarkir dananya ke Indonesia dan lebih tertarik melakukan aksi sell in May and go away, hal ini ditunjukan dengan aksi jual bersih investor asing yang bertambah sejak pagi hari tadi sebanyak Rp 465 miliar.

Saham yang paling banyak dilego asing pagi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang sahamnya dijual bersih asing sebanyak Rp 156 miliar yang menyebabkan saham ini terkoreksi sebesar 0,76% ke level harga Rp 2.600.


[Gambas:Video CNBC]




TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Harga Minyak Dunia Minus, Mau Beli Saham Apa Hari Ini?


(trp/trp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading