Waduh! Efek Covid, Amazon Bakal Kehilangan Laba Rp 61 T

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
04 May 2020 11:09
Amazon/REUTERS/Pascal Rossignol/File Photo
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan e-commerce terbesar dunia asal Amerika, Amazon, memproyeksikan bakal kehilangan potensial laba operasional sekitar US$ 4 miliar atau sekitar Rp 60,68 triliun (kurs Rp 15.175/US$) pada kuartal II-2020. Potensi tersebut dihitung dari upaya Amazon dalam menangulangi dampak dari virus corona dan melakukan test covid-19 terhadap para pekerjanya.   

Proyeksi tersebut telah membuat harga saham Amazon terkoreksi 5% pada perdagangan akhir pekan lalu. 

Bos Amazon, Jeff Bezos mengatakan dalam sebuah pernyataan, "kami tidak berpikir kecil", menjadi sebuah tanda bahwa perusahaan e-commerce ini akan berinvestasi besar-besaran selama masa pandemi. Berbeda dengan rivalnya yang harus tutup toko, Amazon malah akan merekrut 175.000 pekerja.


Pada kuartal kedua, Amazon mengatakan bisa melihat kenaikan 28% dalam pendapatan menjadi sebesar US$ 81 miliar.


Dalam keadaan normal, Amazon akan mendapatkan laba operasi minimal US$ 4 miliar pada kuartal kedua saat ini. Namun selama pandemi, biayanya akan naik dari jumlah tersebut, kata perusahaan itu.

Peritel online asal Seattle, AS ini memperkirakan pendapatan operasi akan berkisar dari kerugian US$ 1,5 miliar hingga laba US$ 1,5 miliar, dibandingkan pendapatan US$ 3,1 miliar pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sejak pertengahan Februari, saham Amazon telah meningkat lebih dari 10% termasuk penurunan after-hour pada hari Kamis, sementara pasar saham yang lebih luas malah tenggelam. Kepemilikan saham pribadi Bezos sendiri tumbuh sekitar US$ 5 miliar pada waktu itu.

Menurut analis pasar AS di Investing.com, Kim Khan, Amazon meningkatkan investasi karena pandemi corona dengan cara yang sama.

"Amazon membangun posisi komandonya dengan menghabiskan semua uangnya untuk tumbuh sebelum menjadi mesin yang menghasilkan laba seperti sekarang ini. Itu melakukan hal yang sama selama periode penguncian ini dan kemungkinan akan keluar sebagai pemenang lagi," kata Khan, dikutip dari Reuters.

Pada saat yang sama, Amazon menghadapi risiko tenaga kerja baru. Virus ini telah menginfeksi pekerja di puluhan lokasi, memicu protes kecil dan mendorong mengorganisir tenaga kerja untuk menuntut penutupan lokasi.



Kepala Keuangan Brian Olshavsky mengatakan secara internasional, pandemi ini telah menghantam Amazon cabang India, di mana perusahaan harus menghentikan penjualan untuk mematuhi pemerintah yang membatasi pengiriman barang-barang penting seperti bahan makanan.

Namun Amazon sebelumnya sudah meluncurkan masker dan pemeriksaan suhu ke semua pekerja di gudang di AS dan Eropa, mengumumkan perangkat lunak untuk memantau jarak sosial, dan mengambil aturan lain untuk memastikan gudang tetap beroperasi.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading