Hari Pertama OPEC+ Pangkas Produksi, Harga Minyak Lanjut Reli

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
01 May 2020 10:21
The sun sets behind an idle pump jack near Karnes City, Texas, Wednesday, April 8, 2020. Demand for oil continues to fall due to the new coronavirus outbreak. (AP Photo/Eric Gay)
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah kontrak futures pada perdagangan Jumat (1/5/2020) melesat signifikan melanjutkan reli yang terjadi pada pekan ini. Kenaikan harga minyak hari ini bertepatan dengan hari pertama pemangkasan produksi minyak oleh Arab, Rusia dan koleganya yang lebih dikenal dengan nama OPEC+.

Pada 09.20 WIB, harga minyak Brent dibanderol US$ 26,78/barel atau naik 6,02% dari posisi penutupan kemarin. Di waktu yang sama harga minyak mentah acuan Paman Sam yakni West Texas Intermediate (WTI) juga menguat dengan kenaikan sebesar 3,18% ke US$ 19,44/barel. 




Harga minyak WTI semakin dekati level psikologia US$ 20/barel setelah sebelumnya anjlok signifikan bahkan sampai menembus teritori negatif ke minus US$ 37,63/barel pada 20 April lalu.



Anjloknya harga minyak terjadi karena di tengah pandemi Covid-19 yang merebak, banjir pasokan minyak menjadi kondisi yang tak terelakkan akibat permintaan bahan bakar turun signifikan seiring dengan berbagai upaya untuk membatasi mobilitas publik seperti social distancing hingga lockdown

Pada waktu yang bersamaan, produsen minyak global seperti Arab, Rusia hingga Amerika masih terus memompa produksi minyak ke pasar. Padahal kapasitas penyimpanan (storage) di berbagai lokasi sudah hampir penuh. Akibatnya keseimbangan supply & demand pun goyah dan oversupply pun terjadi.

Produsen pun harus merogoh kocek untuk memberikan insentif kepada pelanggan agar mau menerima 'jatah' minyak saking tak ada lagi tempat tersisa untuk menyimpan si emas hitam.

Tindakan produsen ini terkesan seperti 'bunuh diri' memang. Namun jika dikalkulasi ongkos memberikan insentif kepada produsen ini jauh lebih murah ketimbang harus menutup produksinya dan membuka kembali suatu saat nanti. 

Harga minyak minus merupakan fenomena yang pertama kali terjadi dalam sejarah. Namun yang perlu diingat adalah harga minyak yang sempat jatuh di bawah US$ 0/barel merupakan kontrak WTI pengiriman Mei yang berakhir pada 21 April lalu. Kini kontrak yang aktif diperdagangkan adalah kontrak pengiriman Juni.

Harga minyak reli sepekan ini karena diterpa beberapa sentimen positif. Pertama adalah rencana dibukanya kembali lockdown terutama di negara-negara kawasan Eropa yang telah melaporkan terjadinya penurunan jumlah kasus baru Covid-19. Ketika lockdown dicabut, ada harapan ekonomi bersemi kembali dan permintaan terhadap minyak berangsur membaik.

Kabar baik kedua datang dari Negeri Paman Sam. Agensi Informasi Energi (EIA) AS menyebutkan persediaan minyak mentah AS periode mingguan yang berakhir pada 24 April 2020 naik sebesar 9 juta barel menjadi 527,6 juta barel. Kenaikan ini masih lebih rendah dari perkiraan analis yang menyebut stok akan naik hingga 10,6 juta barel.

Kabar baik ketiga datang dari OPEC+. Hari ini tepat 1 Mei kesepakatan OPEC+ untuk memangkas produksi minyaknya akan berlaku. Pada 9 April 2020, OPEC+ sepakat pangkas produksi minyak 9,7 juta barel per hari (bpd). Angka ini setara dengan nyaris 10% output minyak global.

Walau dinilai masih tak mampu untuk mengimbangi anjloknya permintaan yang turun hingga 30 juta bpd, setidaknya pemangkasan ini cukup membuat pasar kembali sumringah seperti sekarang ini. "Kuota OPEC + akan mulai berlaku pada hari Jumat, hal ini menunjukkan kondisi [banjir] pasokan jangka pendek kemungkinan telah memuncak," kata Innes dari AxiCorp.


[Gambas:Video CNBC]






TIM RISET CNBC INDONESIA



(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading