Laba Unilever Naik 6,5% Jadi Rp 1,7 T, Tapi Saham Turun 4,76%

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
29 April 2020 18:30
The logo of the Unilever group is seen at the Miko factory in Saint-Dizier, France, May 4, 2016. REUTERS/Philippe Wojazer/Files
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Unilever Indonesia Tbk pada kuartal I-2020 masih bisa membukukan kenaikan laba bersih, meskipun ekonomi Indonesia sedang menghadapi pelemahan dampak dari virus corona (Covid-19).

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2020 yang dipublikasikan perseroan hari ini, laba bersih tercatat mengalami kenaikan 6,53% menjadi Rp 1,86 triliun. Pada periode yang sama 2019, perseroan membukukan laba bersih Rp 1,75 triliun.

Dalam laporan keuangan tersebut juga disebutkan, penjualan bersih kuartal I-2020 mencapai Rp 11,15 triliun. Nilai tersebut naik 4,5% dibanding akhir Maret 2019 yang tercatat Rp 10,66 triliun.



Beban pokok penjualan dan pendapatan tercatat mengalami penurunan 0,99% menjadi Rp 5,31 triliun dari Rp 5,36 triliun. Beban penjualan naik 16,97% menjadi Rp 2,35 triliun dari Rp 2,01 triliun.

Nilai ekuitas perseroan tercatat Rp 7,2 triliun atau naik 36,55% dibanding akhir 2019 sebesar Rp 5,2 triliun. Sementara itu, kewajiban tercatat Rp 14,32 triliun atau mengalami penyusutan 6,7% dibanding akhir tahun 2019 sebesar Rp15,36 triliun.

Adapun aset perseroan tercatat senilai Rp 21,54 triliun, atau naik 4,36% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat Rp 20,64 triliun. Sementara kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp 955 miliar, atau turun 46,49% dibandingkan kuartal I-2019 Rp 1,78 triliun.

Meski kinerja keuangannya masih mencatatkan kenaikan laba bersih di kuartal I-2020, namun kinerja saham emiten berkode UNVR ini sejak awal tahun tercatat turun 4,76% dari Rp 8.550 menjadi Rp 8.000 per lembar.

[Gambas:Video CNBC]


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading