Beli Minyak Malah Dikasih Duit, Kok Bisa?

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
21 April 2020 08:16
The sun sets behind an idle pump jack near Karnes City, Texas, Wednesday, April 8, 2020. Demand for oil continues to fall due to the new coronavirus outbreak. (AP Photo/Eric Gay) Ilustrasi Pengeboran (AP/Eric Gay)
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak jenis light sweet masih mengalami koreksi gila-gilaan. Dini hari tadi, harga bahkan sempat menyentuh teritori negatif.

Pada Selasa (21/4/2020) pukul 07:42 WIB, harga minyak jenis light sweet tercatat US$ 0,5/barel. Ambles 101,33% dibandingkan hari sebelumnya.

Bahkan dini hari tadi harga sempat menunjukkan posisi negatif, tepatnya di -US$ 37,63/barel pada penutupan 20 April. Ini menjadi kali pertama harga minyak bisa minus.


Harga minyak negatif berarti pembeli malah dibayar kala membeli kontrak. Beli kok malah dikasih uang...


Apa yang terjadi?

Sebenarnya ini lebih karena posisi kontrak. Harga yang rendah itu adalah posisi kontrak pengiriman Mei yang berakhir 21 April waktu Amerika Serikat (AS). Saat ini harga acuan masih mengacu ke kontrak tersebut.

Padahal seiring waktu yang sudah hampir berakhir, tidak ada yang mau membeli minyak di kontrak tersebut. Sekarang pembeli sudah terkonsentrasi di kontrak pengiriman Juni yang berakhir 19 Mei. Harga minyak light sweet untuk kontrak itu masih normal, berada di atas US$ 20/barel.



"Semua orang mau menjual (light sweet di kontrak pengiriman Mei), tetapi tidak ada yang membeli. Harga sudah serendah mungkin, tetapi tetap tidak ada yang mau beli," kata Phil Flynn, Senior Market Analyst di Price Futures Group, seperti dikutip dari Reuters.

Sementara harga minyak jenis brent nyaman bertahan di atas US$ 20/barel, tepatnya di US$ 25,94/barel pada pukul 07:55 WIB. Harga ini menunjukkan posisi kontrak pengiriman Mei yang berakhir 29 April.

Harga brent memang lebih stabil ketimbang light sweet. Ini karena light sweet adalah minyak acuan di AS dan sejumlah negara lain yang tidak banyak dipakai di tempat lain.


Selain itu, AS juga terus memompa minyak mereka meski harga sudah anjlok lebih dari 60% sepanjang tahun ini. US Energy Information Administration mencatat stok minyak AS di Cushing (Oklahoma) pada pekan yang berakhir 10 April berada di 503,61 juta barel. Naik dibandingkan pekan sebelumnya yaitu 484,37 juta barel. Sejak awal tahun, stok minyak Negeri Adidaya bertambah 16,83%.



TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Harga Minyak Ambrol Pekan Ini, Terendah Sejak Awal 2000-an


(aji/aji)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading