Waduh! Harga Minyak WTI Ambrol ke Bawah US$ 15

Market - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
20 April 2020 15:03
The sun sets behind an idle pump jack near Karnes City, Texas, Wednesday, April 8, 2020. Demand for oil continues to fall due to the new coronavirus outbreak. (AP Photo/Eric Gay)
Jakarta, CNBC Indonesia- Harga minyak kontrak berjangka Amerika Serikat (WTI) kembali terjun bebas, bahkan sampai ke bawah level US$ 15 per barel.

Angka ini merupakan level terendah dalam dua puluh tahun terakhir, para pedagang meyakini tangki-tangki BBM di pasaran masih penuh karena permintaan yang rendah selama pandemi corona.

WTI (West Texas Intermediate), anjlok di pasar 18,45% di pembukaan pasar Asia pagi ini. Menyentuh level US$ 14,9 per barel.


Sementara minyak berjangka Brent masih cukup kuat, karena memilik segmen konsumen yang berbeda. Harga Brent masih di level US$ 27,23 per barel sore kemarin. Indonesia sendiri biasanya berpatokan pada harga Brent ini.

Harga minyak masih berada di level terendahnya selama dua pekan terakhir ,karena penerapan lockdown dan larangan bepergian yang masih diterapkan banyak negara, menghantam permintaan akan BBM dunia.



Ini makin menjadi-jadi dengan adanya drama Arab Saudi, raja minyak dan ketua geng OPEC, yang dalam keadaan krisis justru perang harga minyak dengan Rusia.

Untungnya, perang harga ini tak berlangsung lama. Awal bulan kemarin mereka kembali rujuk dan sepakat pangkas produksi sampai 10 juta barel sehari untuk melawan dampak virus yang berdampak ke pasar.

Tapi para analis sebut pemangkasan produksi ini tak cukup untuk melawan ganasnya dampak corona. WTI sendiri hancur lebur karena tangki-tangki BBM di area pasar mereka yang kebanyakan di Amerika masih terisi banyak.

Cadangan BBM di Amerika masih lebih dari cukup, capai 19,2 juta barel pekan lalu.

Analis dari OANDA memperkirakan harga minyak ini masih akan turun. "Kita akan lihat dan hadapai tes seperti 1998, di mana minyak bisa berara di titik terendah sampai US$ 11 per barel dalam waktu dekat," ujarnya, sebagaimana dilansir dari AFP, Senin (20/4/2020).

[Gambas:Video CNBC]


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading