Ada Corona & Harga Batu Bara Turun, Bagaimana Kinerja BUMI?

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
20 April 2020 11:51
bumi
Jakarta, CNBC Indonesia- Emiten produsen batu bara terbesar di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) optimistis dapat menghadapi penurunan harga batu bara yang signifikan di tengah pandemi COVID-19 atau virus corona. Tahun ini perusahaan memperkirakan harga batu bara bergerak di kisaran US$ 60-70 per ton.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Dileep Srivastava menegaskan jika harga batu bara bergerak di bawah perkiraan pun perusahaan bisa mengantisipasinya, apalagi hal ini pernah dialami pada 2016. Selain itu, dengan penurunan harga minyak yang diperkirakan bisa mencapai US$ 20/barel, berbarengan dengan penurunan harga batu bara, perusahaan pun juga bisa menurunkan biaya-biaya lainnya.


"Pada 2016 harga batu bara pernah anjlok hingga US$ 48 per ton. Tapi kami bisa menghadapinya, terutama dengan penurunan harga minyak juga," kata Dileep saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (15/04/2020).


Pada awal pekan ini harga batu bara kontrak berjangka Newcastle (6.000 Kcal/Kg) pada Senin (13/4/2020) ditutup di level yang sama seperti pekan lalu di US$ 59,4/ton. Pekan lalu, harga batu bara anjlok 4,96%. Harga batu bara termal kini sudah berada di bawah level US$ 60/ton dan menjadi yang terlemah sejak Juli 2016.

Hingga Maret 2020, perusahaan mencatat produksi batu bara mencapai 21,3-21,8 juta ton, karena produksi berjalan normal.

Dileep menyatakan operasional penambangan batu bara tetap normal di tengah pandemic COVID-19 atau virus corona. Emiten batu bara ini juga tetap meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus corona ini.

"Sampai sekarang produksi masih normal, dan kami akan meninjau ulang target kami di akhir April apabila memang dibutuhkan," kata Dileep.

Untuk April pun perusahaan masih menargetkan produksi batu bara berkisar 7-7,5 juta ton. Saat ini 70% penjualan bumi mengandalkan pasar ekspor dan memastikan penjualan kuartal I-2020 berjalan normal meski ada pandemi COVID-19.


Sebelumnya BUMI mencatatkan kenaikan 5% produksi batu bara sepanjang 2019. Emiten batu bara terbesar ini mencatat total produksi 2019 mencapai 87 juta ton, naik dibandingkan 2018 dengan produksi 83 juta ton. Dileep mengatakan penjualan perusahaan pun naik 7% menjadi 87 juta ton, sementara pada 2018 penjualan hanya 81 juta ton dengan produksi 83 juta ton.

"Angka ini sesuai dengan target dan ekspektasi perusahaan di awal 2019, meski ada banyak tantangan di sektor batu bara," kata Dileep.
(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading