UOB: PDB RI Diprediksi Tumbuh 2,5% di 2020 Gegara Corona

Market - Exist In Exist, CNBC Indonesia
14 April 2020 09:53
Diskusi Panel UOB
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank UOB Indonesia memprediksi ekonomi Indonesia pada tahun ini hanya mampu tumbuh 2,5% di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang berefek cukup besar terhadap sendi-sendi perekonomian nasional.

Kepala Ekonom dan Riset UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja mengatakan hal ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang menghantam konsumsi rumah tangga sebagai komponen terbesar dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

"Saya pikir model inhouse kami memperkirakan bahwa GDP [gross domestic product/PDB] akan konservatif sekitar 2,5%, karena permintaan domestik akan paling terpukul, sedangkan ekspor dan impor kami cukup banyak dimatikan," ujarnya dalam konferensi pers Foreign Policy Community Indonesia (FPCI), Senin (13/4/2020).


"Tapi kami lebih fokus pada peran untuk menghidupkan kembali, atau setidaknya mempertahankan private consumption [konsumsi swasta], serta bagaimana kita menangani investasi," tambah Enrico.

Selain itu, Enrico juga menyarankan pemerintah untuk dapat memberikan stimulus secara langsung pada beberapa sektor yang paling terdampak oleh pandemi ini.

"Sayangnya, mereka [sektor-sektor ini] yang memiliki andil besar dalam perekonomian, seperti pertambangan, manufaktur, konstruksi, serta ritel dan perdagangan, pada dasarnya adalah salah satu yang kami yakini paling benar-benar terkena dampaknya dibandingkan pertanian, komunikasi dan informasi, serta kesehatan manusia," paparnya.

Meski demikian, Enrico mengatakan pihaknya memprediksi ekonomi Indonesia akan kembali pulih pada 2021, dengan pertumbuhan mencapai 3,7%.

Tahun lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi RI sebesar 5,02%, lebih lambat dari tahun-tahun sebelumnya, dan mendekati ke posisi tahun 2016 yang tumbuh 5,03%.

Sebelumnya, Fitch Solutions Country Risk and Industry Research merilis outlook bulanan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Dalam rilisnya tersebut, Fitch Solutions memprediksi perekonomian global dan juga Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi global di 2020 diprediksi berada di antara 0% dan -0,5%. Fitch Solutions juga melihat perekonomian global baru mulai keluar dari resesi di akhir kuartal IV-2020.

"Kami percaya perekonomian global mulai bisa keluar dari resesi di akhir kuartal-IV, dilihat dari resesi-resesi yang terjadi sejak 1948 yang rata-rata berlangsung selama 10 bulan hingga 12 bulan" tulis Fitch Solutions. Proyeksi tersebut diberikan dengan asumsi pandemi Covid-19 mampu dihentikan dalam dua bulan ke depan.


Adapun untuk Indonesia, meski disebut menjadi yang paling terpukul, tetapi perekonomian RI diprediksi tumbuh 4,2%, dengan nilai tukar rupiah berada di level Rp 16.750/US$ di akhir tahun nanti.

Prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Fitch Solutions tersebut terbilang cukup optimistis dibandingkan prediksi yang diberikan institusi lainnya. Bahkan Fitch Ratings, lembaga terpisah dari Fitch Solutions, dalam laporan berjudul "Global Economic Outlook-Crisis Update: 2 April 2020" memperkirakan PDB Indonesia tahun ini hanya tumbuh 2%.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, juga memberikan skenario pertumbuhan ekonomi saat konferensi.

"Skenario di kuartal I-2020 4,7% kemudian di kuartal II-2020 1,1% dan di kuartal III-2020 mencapai 1,3% dan kemudian meningkat di kuartal IV-2020 2,4%," kata Perry Kamis (9/4/2020).


[Gambas:Video CNBC]





(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading