Internasional

Perang Minyak Tamat, Saudi-Rusia Deal Pangkas 10 Juta Barel

Market - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
10 April 2020 06:32
Drama perang minyak antara Arab Saudi dan Rusia akhirnya selesai
Jakarta, CNBC Indonesia - Drama perang minyak antara Arab Saudi danĀ Rusia akhirnya selesai. OPEC dan Rusia, atau lebih dikenal dengan OPEC +, sepakat mengurangi produksi minyak.

OPEC + akan mengurangi produksi hingga 10 juta barel per hari (bph), atau sekitar 10% dari pasokan global, mulai Mei hingga Juni 2020. Di mana semua negara anggota akan berkontribusi sebesar 23%, Arab dan Rusia memotong 2,5 juta bph dan Irak 1 juta bph.

Lalu pada Juli hingga akhir 2020, produksi minyak akan dipangkas 8 juta bph. Sementara di 2021 hingga April 2022, produksi akan dipangkas 6 juta bph.


Kesepakatan ini didapat dari rapat virtual yang berlangsung Kamis (9/4/2020). "COVID-19 seperti binatang buas tak terlihat yang tampaknya masih akan menyerang semuanya di masa depan," kata Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo di pertemuan itu.

Amerika Serikat (AS) dan produsen lainnya diharap untuk melakukan tindakan yang sama guna menopang harga. "Kami mengharap produsen lain di luar OPEC + untuk bergabung, mungkin (komitmen) ini didapat dalam rapat G20" ujar salah satu negosiator Rusia, Kirill Dmitriev kepada Reuters.

G20 sendiri akan mulai melakukan rapat tingkat menteri pada Jumat (10/4/2020) ini. Rusia mengharap negara lain memangkas produksi hingga 5 juta bph.

Sementara itu, Gedung Putih juga mengumumkan sudah terjadi pembicaraaan serius antara Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Pangeran Arab Mohammed bin Salman untuk menopang harga.

"Trump melakukan panggilan melalui video conference dengan kedua pemimpin membahas kesepakatan minyak" tweet Direktur Medsos Gedung Putih, Dan Sacviro. Trump dikabarkan juga akan memberi keterangan ke media.

Harga minyak Brent telah mencapai level terendah dalam 18 tahun terakhir pada maret lalu. Salah satu jenis minyak yang sangat sensitif pada situasi Arab ini kemarin juga diperdagangkan sekitar US$ 32 per barel, atau masih setengah dari harga di akhir 2019.

"Meskipun 10 juta barel per hari akan membantu pasar dalam jangka pendek untuk tidak mengisi penuh tangki penyimpanan minyak mereka, ini pengembangan yang mengecewakan untuk sebagian besar pihak. Masih ada kelebihan (pasokan) minyak," kata Kepala Pasar Minyak Rystad Energy, Bjonar Tonhaugen.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading