Penjualan Ritel Loyo, Ini Saham yang Kena Getahnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja saham sektor barang konsumsi perlu diwaspadai, setelah rilis data penjualan ritel Indonesia. Pada Februari, Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan ritel turun 0,8% year-on-year (yoy).
Hal tersebut berpotensi mendorong kinerja emiten dari sektor barang konsumsi untuk tertekan. Ketika penjualan tertekan pada akhirnya berdampak pada kinerja keuangan emiten-emiten sektor barang konsumsi, termasuk yang berada pada sub sektor makanan dan minuman serta sub sektor rokok.
Foto: BI |
Â
Sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD) 2020, sektor industri barang konsumsi turun 14,41%. Penurunan ini juga tercermin dari pergerakan emiten sub sektor rokok yang mengalami penurunan pada perdagangan hari ini.
Emiten dari sub sekor rokok di antaranya PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) (-6,48%) menjadi Rp 101/saham, PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) (6,28%) pada Rp 4.030/saham, PT H M sampoerna Tbk (HMSP) (-5,86%) menjadi Rp 1.605/saham. Sementara PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) (-5,6%) pada Rp 236/saham, sedangkan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) (-3,95%) menjadi Rp 46.200/saham.
Sementara dari sub sektor makanan dan minuman, emiten yang terpengaruhi di antaranya PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) (-6,93%) menjadi Rp 188/saham, PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) (-6,83%) pada Rp 300/saham, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) (-4,6%) menjadi Rp 6.225/saham. Sementara PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) (-4,27%) pada Rp 404/saham, sedangkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) (-3,97%) menjadi Rp 725/saham.
Pada perdagangan sesi I hari ini (8/4/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) koreksi 3,16% ke level 4.627,71. Berdasarkan catatan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi mencapai Rp 3,26 triliun, dengan jual bersih (net sell) asing sebesar Rp 336,49 miliar.
TIM RISET CNBC INDONESIA
source on Google
Foto: BI