Dampak Covid-19, Erick Thohir: Tak Ada PHK di Perusahaan BUMN

Market - Anisatul Umah & Monica Wareza, CNBC Indonesia
03 April 2020 12:02
Hal ini disampaikan Erick merespons wabah virus corona (covid-19) yang mengganggu kinerja perusahaan BUMN.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan berupaya tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap perusahaan pelat merah. Hal ini disampaikan Erick merespons wabah virus corona (covid-19) yang mengganggu kinerja perusahaan BUMN.

"Kami undang 3 Dirut (BUMN) pastikan efisiensi berjalan, karyawannya kita seminimal mungkin tidak lay off. Karena banyak yang kita rasionalisasikan banyak shell company (perusahaan cangkang) banyak digabung. Misalnya Garuda Tauberes Indonesia, online kargo Garuda padahal kan sudah ada bisnis kargo, tinggal dikembangkan saja," ujar Erick Thohir dalam video conference yang dilakukan hari ini, Jumat (3/4/2020).

Erick mengatakan, situasi ekonomi saat ini sedang sulit karena dampak virus corona. Namun dia meminta kepada seluruh direksi BUMN untuk tidak pasrah dalam menghadapi situasi saat ini.


"Saya sampaikan kita tidak boleh terlena pasrah tanpa terus bergerak. Kami di Kementerian BUM tetap lakukan KPI-nya. Seperti statement sebelumnya proyek strategi harus dilaksanakan," tambah Erick.



Selain itu, Erick juga menekankan, BUMN harus tetap mengelola perusahaan dengan prinsip good corporate governance. Apalagi dalam menghadapi dampak covid-19, BUMN juga harus bisa melakukan efisiensi.

"Seperti pemerintah pusat switch APBN untuk fokus kesehatan dan kasih stiumulus. Di BUMN juga lakukan hal yg sama. bisnis juga dikedepankan dari project base. Oleh karena itu efektifitas perusahaan harus berkelanjutan," kata Erick.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra mengatakan mendukung langkah Kementerian BUMN dalam mengelola anak dan cucu usaha.

"Kita lakukan kajian mendalam. Kita ingin fokus memetakan dan evaluasi yang selama ini terjadi di anak dan cucu. Kita akan terus lakukan yang diperlukan opsi apa saja kita hari ini lakukan rasionalisasi terhadap cucu perusahaan salah satunya Tauberes," kata Irfan pada kesempatan yang sama.

[Gambas:Video CNBC]




"Ini prinsip GCG terus dilakukan yang disampaikan Menteri. Anak cucu (usaha) kita pastikan berjalan degan entiti yang terpisah tidak ada yang dirugikan. SDM tidak ada rasionalisasi kita alokasikan ke perusahaan yang dimerger. Proses masih terus kita lakukan semoga bisa segera selesaikan."

Irfan mengatakan ada 6 cucu perusahaan yang akan digabungkan.

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading