Penjelasan Lengkap BI Soal Dolar di Rp 16.000 dan Krisis 1998

Market - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
27 March 2020 10:59
Penjelasan Lengkap BI Soal Dolar di Rp 16.000 dan Krisis 1998
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo kembali menyampaikan update terkini mengenai kondisi pasar keuangan hingga perekonomian dalam negeri. Terutama di tengah tekanan wabah virus corona atau Covid-19 yang cepat dan luas penyebarannya.

Dalam press conference nya, Perry menjelaskan langkah-langkah yang telah dan akan terus dilakukan oleh BI dalam menjaga stabilitas pasar keuangan terutama nilai tukar rupiah. Koordinasi dengan pemerintah, OJK dan LPS semakin diperkuat guna mitigasi dampak Covid-19 ini.

Setidaknya, ada lima poin utama yang disampaikan Perry pada Kamis (26/3/2020). Berikut penjelasan lengkapnya:


Pertama

Perkembangan positif kita ikuti dari langkah-langkah bersama di berbagai negara maju untuk atasi dampak pandemik covid 19 terhadap kondisi keuangan dan kondisi ekonomi. Kita dengar positif bagaimana senat AS telah menyetujui usulan untuk paket stimulus fiskal di AS sebesar US$ 2 triliun, di mana US$ 100 miliar dialokasikan untuk kesehatan, kemudian sebesar US$ 350 miliar untuk UMKM dan US$ 250 miliar untuk tenaga kerja dan juga US$ 500 miliar untuk dunia usaha. Kita juga mengikuti di Jerman paket stimulus fiskal 10% dari PDB mereka, setara US$ 860 miliar.

Langkah-langkah stimulus fiskal ini memperkuat langkah langkah yang dilakukan oleh bank sentral di negara seluruh dunia.

Kita ikuti beberapa waktu lalu, bank sentral AS turunkan bunga FFR 100 bps dekati 0%. Bank sentral AS juga sepakat menambah injeksi likuiditas ke pasar uang untuk pembelian surat-surat berharga baik dari sektor keuangan maupun sektor korporasi. Bank sentral Eropa juga sepakati injeksi dan relaksasi. Inilah langkah koordinasi di berbagai negara maju dan juga di negara emerging market dalam rangka mitigasi dampak Covid-19. Berbagai langkah tersebut kurangi kepanikan di pasar keuangan global.

Termasuk kita mengikuti harga saham di berbagai negara mengalami penguatan, kita melihat bagaimana dow jones menguat 2,4% SNP di atas 1%, indeks risiko di pasar keuangan AS menurun jadi 63,9% dari sebelumnya 72%.

Indeks saham di Eropa juga menguat. Baik Euro Stock, FTSE 100. Indeks saham emerging di mayoritas juga menguat seperti Brasil, Meksiko, Rusia dan berbagai negara. Ini menunjukkan paket kebijakan dari sisi moneter maupun stimulus mampu kurangi kepanikan di pasar dan meredakan tekanan di global dan berimplikasi berlaku dengan membaiknya sentimen ke pasar keuangan Indonesia.

Kedua

Di pasar valas sejak selasa lalu dan semakin membaik. Hari ini nilai tukar rupiah penguatan dan stabil. Mekanisme pasar berjalan baik bid over itu berlangsung membentuk nilai tukar yang baik. Nilai tukar rupiah di Rp 16.250 menguat dari posisi senin maupun selasa. Yang paling penting kami terima kasih ke pelaku pasar baik bank, non bank, eksportir dan importir dan juga investor global bahwa mekanisme pasar berlangsung sangat baik dan tentu saja mengurangi tekanan di nilai tukar.

Di pasar saham IHSG di Jakarta juga alami penguatan catatan yang kami lihat berada di 4316 hari ini menguat 380 poin. Itu penguatan signifikan sejak minggu lalu, bahkan 2 minggu terakhir mengalami tekanan karena kepanikan pasar keuangan global. Tercatat banyak saham saham hampir sebagian besar warna hijau atau perbaikan.

Ini menunjukan bahwa kondisi kepanikan global itu mereda dan apa yang dialami pasar keuangan Indonesia tidak terpisah dari kondisi pasar keuangan dunia.

Di pasar obligasi pemerintah mencatat sejak selasa dan hari ini investor asing mulai beli SBN di pasar sekunder. Outflow juga alami penurunan dan ini tunjukan kondisi pasar keuangan, valas, saham, obligasi semakin membaik.

Ketiga

Kami juga menekankan kembali bahwa BI akan terus menggunakan berbagai instrumen-instrumen moneter seperti instrumen pasar uang, valas, instrumen makroprudensial, sistem pembayaran koordinasi yang sangat erat dengan Kemenkeu, otoritas terkait seperti OJK, LPS untuk bersama-sama melakukan stabilisasi makro ekonomi, sistem keuangan dan atasi dampak negatif covid-19 ini.

Di pasar valas sudah kami lakukan pelonggaran atau kemudahan termasuk investor asing dalam transaksi di pasar valas. Sekarang sudah efektif investor asing dapat mudah dan semakin baik menggunakan lindung nilai menggunakan DNDF bahwa rekening vostro rupiah bisa digunakan underlying untuk lakukan lindung nilai tukar melalui DNDF, ini sangat penting agar mengurangi tekanan pembelian di pasar valas melalui spot.

Kami juga relaksasi ketentuan devisa neto ke bank-bank secara keseluruhan itu rendah tapi dengan naiknya DNDF kami masukan dalam perhitungan net open position. Sehingga bank-bank lebih longgar dalam transaksi di pasar valas, baik menjual maupun membeli secara spot dan domestik DNDF. Kami sudah melakukan komunikasi langsung dengan para investor gobal bersama Wamen Kemenkeu Suahasil pada selasa lalu investor global masih punya confident dengan Indonesia karena pengelolaan ekonomi kita. Mereka tidak bertindak lain dan minggu lalu ada kepanikan global terjadi. Tapi mereka masih punya confident, mereka insya allah akan kembali pembelian SBN, saham dan tentu mereka terus bisa berdampak positif ke stabilitas pasar keuangan termasuk valas.

Kami tekankan ke investor, selain gunakan kustodi global, bank juga bisa gunakan kustodi bank domestik. Kami sudah komunikasi dengan perbankan domestik, mereka juga siap untuk layani permintaan investor global dalam transaksi termasuk DNDF. Langkah ini untuk perbaiki kondisi pasar keuangan kita, khususnya pasar valas.

Keempat

BI bersama otoritas terkait dan seluruh industri perbankan dan jasa keuangan dan sistem pembayaran berkomitmen berikan pelayanan sebaik-baiknya dalam pelaksanaan transaksi pembayaran dan transaksi di jasa keuangan. Kita ikuti dan patuhi seruan pemerintah baik pusat dan daerah kurangi penyebaran pandemik covid. Kami bersama OJK setelah koordinasi dan industri untuk mengurangi jam operasional baik BI dan OJK. Bahwa pengurangan jam operasional ini karena kami komit bersama pemerintah pusat untuk cegah pewabahan Covid 19.

Kami komitmen yakinkan semua transaksi ekonomi, keuangan sistem pembayaran, kami pastikan dapat penuhi kebutuhan masyarakat. Kami kerja sama dengan perbankan kebutuhan uang tunai di pusat maupun daerah. Uang tunai di atm sudah front loading, kami sudah menggantikan uang yang disetor perbankan sudah dikarantina dan uang diganti dengan uang cetakan baru. Stok uang kami di BI lebih dari cukup hampir 6 bulan untuk kebutuhan uang beredar.

Masyarakat tak perlu khawatirkan mengenai higienitas dan ketersediaan uang. Kami minta masyarakat lebih gunakan uang non tunai. Tidak hanya untuk cegah penyebaran covid dan lakukan transaksi ini secara lebih baik. Kami bersama industri keuangan dan perbankan dan sistem pembayaran untuk terus lakukan upaya-upaya transaksi ini secara non tunai dengan gunakan e-money, mobile banking dan internet banking dan itu itu bisa dilakukan dari rumah tidak harus keluar dari rumah. Sehingga ini nggak hanya bisa cegah wabah covid tapi juga penuhi dari masyarakat.

Kelima

Kami juga ingin menekankan bahwa yang dihadapi ini sangat beda, jangan dibandingkan dengan global financial krisis dan krisis asia. Ingat yang kita hadapi ini tidak hanya pasar keuangan dan masalah ekonomi. Adalah ini masalah kemanusiaan dan di pasar keuangan dan ekonomi ini karena pandemik covid-19 ini menyebar cepat di AS, Eropa dan kita alami di Indonesia. Semakin cepat semakin baik kita mengatasi covid-19 dampak ke pasar keuangan, dampak ekonomi bisa diminimalisir. Saya garis bawahi seruan pemerintah pusat untuk kota lakukan work from home, stay at home, social distancing maupun langkah pencegahan covid-19. Semakin baik, semakin cepat dampak ke pasar keuangan, dampak ekonomi dan terutama dampak kemanusiaan lebih kecil.

Kami pastikan BI kerja sama erat di bawah koordinasi dengan pemerintah, OJK, LPS, bagaimana stabilisasi makroekonomi, dan stabilisasi sistem keuangan dan juga bagaimana mitigasi dampak negatif covid 19 ini. Kami pastikan, berbeda 2008 dan 1998 industri perbankan kita secara keseluruhan kuat. CAR, NPL yang tinggi, kondisi pasar keuangan yang baik. Kami koordinasi terus dengan Pemerintah, OJK, LPS untuk mitigasi. Tentu pada waktunya bu Menkeu akan umumkan stimulus fiskal yang akan dikeluarkan. Jadi mari bersama perkuat usaha kita mencegah penyebaran covid-19 dengan patuhi aturan dari pemerintah pusat dan daerah. OJK dan LPS tempuh langkah-langkah stabilkan makro ekonomi, sektor keuangan maupun mitigasi dampak ekonomi. Pada waktunya kami akan sampaikan langkah-langkah lanjutannya.



[Gambas:Video CNBC]









(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading