IHGS Melesat 10%, Ini Sederet Saham yang Kena ARA

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
26 March 2020 15:51
Memasuki perdagangan sesi II, IHSG mampu mempertahankan penguatan dan berada di level 4.342,195 atau menguat 10,3%.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tajam pada perdagangan Kamis (26/3/2020), menyusul pergerakan bursa saham global. Sejumlah saham naik dan menyentuh level auto reject atas (ARA).

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) libur Hari Raya Nyepi Rabu kemarin, di saat yang sama bursa saham global melesat naik.

IHSG baru bisa menyusul penguatan tersebut pada hari ini, begitu perdagangan dibuka langsung melesat tinggi. Apresiasi bursa kebanggaan Indonesia ini terus berlanjut hingga 11% menyentuh level tertinggi intraday 4.370,66. Di akhir sesi I, penguatan IHSG sedikit terpangkas dan mengakhiri perdagangan di level 4.316,423, menguat 9,62%.


Berdasarkan data RTI, nilai transaksi di sesi I sebesar 7,32 triliun, dengan investor asing melakukan aksi beli bersih Rp 404,4 miliar.



Memasuki perdagangan sesi II, IHSG mampu mempertahankan penguatan dan berada di level 4.342,195 atau menguat 10,3%.

Mengiringi melesatnya IHSG, ada beberapa emiten yang kena auto reject atau mendekati tetapi tetap hepi, alias kena Auto Reject Atas (ARA) akibat harga sahamnya yang melesat tajam.

Untuk emiten yang harga sahamnya direntang rentang harga Rp50 sampai dengan Rp200, batas ARA yakni lebih dari 35%. Ada beberapa emiten yakni PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) +34,78%, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) +33,33%, dan PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) + 32,43%.

Kemudian untuk emiten yang harga sahamnya lebih dari Rp200 sampai dengan Rp5.000, batas ARA lebih dari 25%, yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF) +25%, PT Sentra Mitra Informatika Tbk. (LUCK) +25%, PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) +25%, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) +24,47%, dan PT Diamond Citra Proper Tbk. +24,26%.

Yang terakhir untuk emiten dengan harga saham di atas Rp. 5.000 batas ARA lebih dari 20%, yakni PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) +19,82%, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk. (INTP) +19,81%, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) +19,81%. 

[Gambas:Video CNBC]



Berdasarkan ketentuan OJK dan Bursa Efek Indonesia, batasan untuk auto reject atas berbeda dengan auto reject bawah (asimetris auto reject). Kebijakan ini dibuat merespons wabah corona yang membuat pasar saham domestik mengalami tekanan hebat.

Kebijakan auto reject atas dibagi dalam tiga kelompok berdasarkan fraksi harga:
  • lebih dari 35% (tiga puluh lima perseratus) di atas atau 10% (sepuluh perseratus) di bawah acuan Harga untuk saham dengan rentang harga Rp50,- (lima puluh rupiah) sampai dengan Rp200.
  • lebih dari 25% (dua puluh lima perseratus) di atas atau 10% (sepuluh perseratus) di bawah acuan Harga untuk saham dengan rentang harga lebih dari Rp200,- (dua ratus rupiah) sampai dengan Rp5.000,- (lima ribu rupiah);
  • lebih dari 20% (dua puluh perseratus) di atas atau 10% (sepuluh perseratus) di bawah acuan Harga untuk saham dengan harga di atas Rp5.000,- (lima ribu rupiah).

TIM RISET CNBC INDONESIA
(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading