3 Miliar Penduduk Bumi Lockdown, Minyak Drop di Bawah US$ 30

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
26 March 2020 10:46
Harga minyak ambles lagi dan masih terkapar di bawah US$ 30/barel
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah masih berada di zona tekanan. Sejak 16 Maret 2020, harga minyak belum mampu keluar dari level bawahnya di US$ 30/barel.

Pada perdagangan Kamis (26/3/2020), harga minyak mentah kontrak futures drop. Brent turun 0,77% ke US$ 27,18/barel. Sementara minyak acuan Amerika Serikat yakni West Texas Intermediate ambles 1,67% ke US$ 24,08/barel.

Harga minyak terus tertekan seiring dengan terus merebaknya infeksi virus corona (COVID-19) yang kini telah menjangkiti hampir semua negara di dunia. Beberapa negara sudah mengambil kebijakan lockdown. Paling baru adalah India yang akan lockdown dalam 21 hari ke depan.



Kebijakan lockdown yang ditempuh sejumlah negara membuat 3 miliar orang di seluruh dunia telah diminta untuk tinggal di rumah menyusul pandemi virus corona yang semakin meluas.

Lockdown jelas membuat aktivitas bisnis jadi terhambat. Mobilitas orang dan barang juga ikut terganggu. Permintaan akan minyak sebagai bahan bakar terancam turun signifikan.

"dengan adanya lockdown di berbagai negara,permintaan minyak akan terkontraksi lebih dari 10 juta barel per hari (bpd) kian nyata dan kemungkinan akan terjadi kelebihan pasokan di pasar" tulis analis ANZ dalam sebuah catatan.

Direktur perusahaan trading minyak terbesar di dunia yakni Vitol Group memperkirakan penurunan permintaan minyak bisa sampai 15 juta - 20 juta bpd, melansir Reuters.

Penurunan permintaan minyak ini justru semakin diperparah dengan ancaman banjirnya pasokan di pasar. Perang harga antara Arab Saudi dan Rusia semakin membuat keadaan semakin runyam pasca Moscow menolak proposal Riyadh untuk memangkas produksi minyak lebih besar di tengah wabah COVID-19.

Saat ini Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak dan aliansinya (OPEC+) masih terikat pada kesepakatan untuk memangkas produksi minyak hingga 2,1 juta bpd sampai akhir Maret. Setelah Maret berakhir, Arab berencana untuk menaikkan produksinya lebih dari 10 juta bpd.

Ketika permintaan turun dan pasokan malah berlebih, maka harga jadi turun. Inilah yang terjadi pada pasar minyak mentah saat ini.

[Gambas:Video CNBC]





TIM RISET CNBC INDONESIA
(twg/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading