Aliran Dana Asing Masuk Cuy! IHSG Melesat 5% Lebih

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
26 March 2020 09:29
Berdasarkan data perdagangan BEI, hingga pukul 09.15 WIB, IHSG tercatat menguat 5,32% ke level 4.146,98 atau bertambah 209,35 poin.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham domestik pada perdagangan Kamis pagi ini (26/3/2020) melesat lebih dari 5% saat bursa saham Asia mengalami koreksi. Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini juga ditopang oleh akumulasi beli (net buy) investor asing sebelumnya terus mencetak aksi jual (net sell).

Berdasarkan data perdagangan BEI, hingga pukul 09.15 WIB, IHSG tercatat menguat 5,32% ke level 4.146,98 atau bertambah 209,35 poin.

Pada saat yang sama investor asing tercatat membukukan net buy sebesar Rp 131,85 miliar. Sebanyak 179 saham menguat, 60 saham terkoreksi dan 62 saham stagnan.


Sementara itu, bursa saham utama Asia pagi ini berada di zona merah. Indeks Nikkei di Tokyo terkoreksi 4,4%, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,5%, indeks bursa Shanghai di China turun 0,49% dan indeks Straits Times di Singapura turun 2,32%.


Bursa saham domestik tampaknya mengejar ketertinggalannya setelah sempat libur sehari kemarin karena Hari Raya Nyepi. Pada saat bursa domestik libur, bursa saham Asia kemarin sempat rebound.

Pada penutupan perdagangan Rabu (25/3/2020) waktu Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencatatkan penguatan hingga 2,39%. Sementara S&P 500 terangkat hingga 1,5% pagi tadi.

Stimulus fiskal yang disiapkan pemerintah AS maupun kelonggaran moneter oleh The Fed untuk meredam dampak dari wabah COVID-19 terhadap perekonomian, cukup membuat kekhawatiran di pasar memang agak mereda.

Pemerintah AS saat ini dikabarkan semakin dekat dengan kata sepakat tengah memperjuangkan proposal paket stimulus sebesar US$ 2 triliun, dan kini kongres sudah semakin dekat untuk mengesahkannya. 

Tak hanya dari pemerintah saja yang memperjuangkan stimulus fiskal, The Fed sebagai otoritas moneter Paman Sam juga tak mau kalah dengan menembakkan amunisinya secara jor-joran.

Senin kemarin The Fed mengumumkan akan melakukan program pembelian aset atau quantitative easing (QE) dengan nilai tak terbatas guna membantu perekonomian AS menghadapi tekanan dari pandemi virus corona (COVID-19).

The Fed mengatakan akan melakukan QE seberapa pun yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran fungsi pasar serta transmisi kebijakan moneter yang efektif di segala kondisi finansial dan ekonomi.

Tak sampai di situ saja, The Fed ternyata juga mempersiapkan bazooka yang lain. Pada program QE kali ini, The Fed tak hanya membeli surat utang pemerintah dan efek beragun aset (EBA) properti, tetapi juga akan membeli obligasi korporasi dan Exchange Traded Fund (ETF) obligasi korporasi. Tentu obligasi korporasi yang akan dibeli The Fed adalah yang menyandang status investment grade.

[Gambas:Video CNBC]





(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading