Ikuti Minyak, Harga CPO Melesat 1,4%

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
24 March 2020 12:01
Harga minyak mentah menguat cukup tajam pada perdagangan hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) menguat pada perdagangan Selasa (24/3/2020), mengikuti penguatan harga minyak mentah, serta bursa saham global yang menghijau.

Harga CPO untuk kontrak Juni melesat 1,4% menjadi RM 2.321 (US$ 524,76) per ton di bursa Derivatif Malaysia pagi ini.

Harga minyak mentah menguat cukup tajam pada perdagangan hari ini. Minyak mentah jenis Brent menguat 3% sementara jenis West Texas Intermediate (WTI) melesat lebih dari 4%.


CPO merupakan bahan dasar biodiesel, yang merupakan substitusi bahan bakar dari minyak mentah fosil. Oleh karena itu, pergerakan minyak mentah juga akan mempengaruhi harga CPO.

Penguatan minyak mentah terjadi setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) kembali menggelontorkan stimulus moneter.
Senin kemarin The Fed mengumumkan akan melakukan program pembelian aset atau quantitative easing (QE) dengan nilai tak terbatas guna membantu perekonomian AS menghadapi tekanan dari pandemi virus corona (COVID-19).



The Fed mengatakan akan melakukan QE seberapapun yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran fungsi pasar serta transmisi kebijakan moneter yang efektif di segala kondisi finansial dan ekonomi.

Selain itu, pelaku pasar juga menanti gelontoran stimulus fiskal senilai triliunan dolar AS dari Pemerintah Washington, yang saat ini sedang di bawah di Senat.

Faktor yang sama juga membuat bursa saham Asia menghijau hari ini. Indeks Nikkei Jepang dan Kospi Korea Selatan melesat lebih dari 6%, Hang Seng Hong Kong lebih dari 4% dan Shanghai Composite nyaris 2%. Ketika bursa saham menguat, artinya pelaku pasar saat ini mulai mengumpulkan optimisme jika perekonomian agak membaik setelah bank sentral dan pemerintah negara-negara yang terpapar COVID-19 menggelontorkan stimulus.

Ketika ekonomi membaik, itu artinya dipicu oleh peningkatan aktivitas ekonomi. Dan kala aktivitas ekonomi meningkat maka permintaan akan komoditas juga akan naik, sehingga harga CPO turut terkerek. Meski demikian sentimen pelaku pasar sewaktu-waktu masih bisa berubah akibat penyebaran COVID-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda di luar China.



[Gambas:Video CNBC]






TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading