IHSG Ambruk, 5 Saham Ini Malah Terbang Tinggi

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
02 March 2020 16:59
Deretan 5 saham ini berhasil menguat di tengah kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Jakarta, CNBC Indonesia - Deretan 5 saham ini berhasil menguat di tengah kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin ini (2/3/2020) di tengah sentimen virus corona yang masuk ke Indonesia.

Data perdagangan BEI mencatat, kelima saham tersebut bahkan mencatatkan penguatan double digit saat IHSG ambles hingga 1,68% di level 5.361,25, dengan catatan jual bersih asing Rp 325 miliar di pasar reguler.

Mengacu data BEI, lima saham tersebut yakni:


PT Diamond Citra Propertindo Tak (DADA)
Saham DADA melesat 34,82% di level Rp 151/saham dengan nilai transaksi Rp 7,11 miliar dan volume perdagangan 52,77 juta saham. Emiten properti ini baru tercatat di BEI pada 14 Desember 2019 dengan merilis 2,15 miliar saham ke publik dengan harga sebesar Rp 102/saham.

PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL)
Saham emiten pengembang real estate ini melesat 29,69% di level Rp 83/saham dengan nilai transaksi Rp 6,59 miliar dan volume perdagangan 87,31 juta saham.

PT Indofarma Tbk (INAF)
Saham emiten farmasi BUMN ini melesat 19,42% di level Rp 535/saham dengan nilai transaksi Rp 12,01 miliar dan volume perdagangan 23,06 juta saham.

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL)
Saham Latinusa ini menguat 17,79% di level Rp 384/saham dengan nilai transaksi Rp 8,49 miliar dan volume perdagangan 22,21 juta saham.

PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG)
Saham emiten yang bergerak dalam bidang penyewaan pusat pembelanjaan (mall), dan penyewaan bangunan hotel ini naik 16,24% di level Rp 136/saham dengan nilai transaksi Rp 4,77 miliar dan volume perdagangan 34,5 juta saham.


Hingga pasar ditutup, IHSG bergerak melemah 1,67% ke level 5.361,24 poin dengan nilai transaksi Rp 6,83 triliun dengan volume 6,48 miliar saham.

"Tadi sudah plus sebetulnya mengikuti kenaikan indeks Dow Jones Future dan regional. Tapi karena dua orang terkena corona maka market langsung drop," kata Head of Research PT Samuel Sekuritas, Suria Dharma, saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (2/3/2020).

Investor, kata Suria, tidak perlu panik dan reaktif, tapi harus selalu melihat perkembangan terkini. "Investor harus melihat perkembangannya apakah meluas atau tidak," jelasnya.

Beberapa saham terperosok hari ini di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) -5,01%, PT PP Tbk (PTPP) -7,05%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 4,47% dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,34%.



[Gambas:Video CNBC]


(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading