Dow Jones Futures Drop 400 Poin, Obral Saham Landa Bursa AS?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
27 February 2020 13:51
Anjloknya indeks futures atau berjangka tersebut menjadi indikasi bursa saham AS (Wall Street) akan kembali mengalami aksi jual pada hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks saham berjangka Amerika Serikat (AS) anjlok pada perdagangan Kamis (27/2/2020) siang ini. Indeks Dow Jones Futures sempat anjlok nyaris 400 poin, sebelum membaik menjadi 373 poin atau turun 1,39% pada pukul, berdasarkan data CNBC International. Indeks S&P 500 Futures dan Nasdaq Futures masing-masing merosot 1,46% dan 1,5%.

Anjloknya indeks futures atau berjangka tersebut menjadi indikasi bursa saham AS (Wall Street) akan kembali mengalami aksi jual pada hari ini.

Sejak awal pekan ini, Wall Street terus diterpa aksi jual, ketiga indeks utama langsung jeblok hanya dalam 3 hari perdagangan. Indeks Dow Jones merosot 7,02%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing anjlok 6,63% dan 6,22% hingga perdagangan Rabu kemarin.


Kabar penyebaran virus corona di AS yang tidak diketahui bagaimana proses terjangkitnya memicu kecemasan di pasar yang berdampak pada aksi jual di indeks futures siang ini.

Pusat Pencegahan dan Pengendali Penyakit (Center of Disease and Prevention/CDC) AS mengkonfirmasi adanya pasien positif virus corona tetapi belum diketahui bagaimana bisa terjangkit. CDC memperingatkan kemungkinan terjadinya "penyebaran di masyarakat" melihat kasus terbaru tersebut.



Selain itu, raksasa teknologi AS, Microsoft, juga mengumumkan target pendapatan di beberapa segmen tidak akan tercapai di tahun ini akibat adanya wabah virus corona.

"Meski kami melihat permintaan Windows cukup kuat dan sejalan dengan ekspektasi kami, tetapi pemulihan rantai pasokan ke level normal ternyata lebih lambat dari yang kami perkirakan di laporan pendapatan kuartal II. Hasilnya, untuk kuartal II tahun fiskal 2020, kamiu memprediksi tidak akan mencapai target penjualan untuk More Personal Computing akibat Windows OEM dan Surface terkena dampak negatif lebih besar dari yang kami antisipasi" kata Windows dalam pernyataanya, sebagaimana dilansir CNBC International.

Sebelum Windows, Apple Inc. pada pekan lalu juga menyatakan hal yang sama. Apple menyatakan pendapatan di kuartal II tahun fiskal 2020 akan lebih rendah dari prediksi sebelumnya akibat wabah Covid-19, yang menyebabkan gangguan suplai serta penurunan penjualan di China. Apple sebelumnya memberikan prediksi penjualan bersih akan mencapai US$ 63 miliar sampai US$ 67 miliar.

Lonjakan kasus virus corona di luar China benar-benar memukul Wall Street di pekan ini. Lonjakan kasus virus corona atau Covid-19 terjadi di Korea Selatan, Italia dan Iran. Berdasarkan data dari satelit pemetaan ArcGis dari John Hopkins CSSE, jumlah kasus Covid-19 di Korsel kini mencapai 1.595 orang, dengan 12 orang meninggal dunia. Korsel kini menjadi negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak kedua setelah China yang menjadi pusat wabah tersebut.

Korban meninggal di Italia juga sebanyak 12 orang, dengan 453 orang yang terjangkit, sementara Iran melaporkan 19 orang meninggal dan menjangkiti 139 orang.

Di China yang merupakan pusat wabah corona, jumlah korban meninggal lebih dari sebanyak 2.700 orang, dan telah menjangkiti lebih dari 78.000 orang. Sementara Secara global virus corona telah menewaskan 2.799 orang, dan menjangkiti lebih dari 82.000 orang.

Setelah menyebar pesat di tiga negara tersebut, AS kini menjadi waspada setelah CDC melaporkan satu kasus yang menimbulkan risiko "penyebaran di masyarakat" 

TIM RISET CNBC INDONESIA 
(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading