4 Hari Libas Rupiah, Dolar Singapura Dekati Rp 10.000

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
26 February 2020 11:20
Akibatnya risiko pelambatan ekonomi negara-negara tersebut, pasar ekspor RI berisiko tergerus, dan rupiah mendapat pukulan telak.
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar dolar Singapura kembali menguat melawan rupiah pada perdagangan Rabu (26/2/2020), dan mendekati level Rp 10.000/SG$.

Pada pukul 10:30 WIB, SG$ 1 setara Rp 9,947,79, dolar Singapura menguat 0,34% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Hingga hari ini, dolar Singapura menguat empat hari beruntun dengan total 1,78%.

Rupiah terus mengalami tekanan setelah wabah virus corona menyebar dengan pesat di luar China, khususnya di Korea Selatan.




Berdasarkan data dari satelit pemetaan ArcGis dari John Hopkins CSSE, jumlah kasus Covid-19 di Korsel kini mencapai 1.146 orang, dengan 10 orang meninggal dunia. Korsel kini menjadi negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak kedua setelah China yang menjadi pusat wabah tersebut.

Kasus corona terbaru yang terjadi di Korea Selatan membuat pelaku pasar cemas, sebabnya dalam beberapa hari terakhir jumlah korban meningkat pesat. Kabar buruk bagi RI, Korea Selatan merupakan tujuan ekspor terbesar ke-tujuh, yang berkontribusi 3,78% dari total ekspor.

Ini berarti, sudah ada 4 negara tujuan ekspor utama yang mengalami kasus virus corona, dan semuanya terancam mengalami pelambatan ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor RI ke China di bulan Januari sebesar US$ 2,1 miliar, mengalami penurunan signifikan sebesar 9,15% dari bulan Desember 2019. Seperti di ketahui sebelumnya, virus corona mulai menyebar di China sejak pertengahan Januari lalu. Nilai ekspor ke China berkontribusi sebesar 16,69% dari total ekspor.



Jepang merupakan negara tujuan ekspor terbesar ketiga RI, dengan kontribusi sebesar 8,88% dari total ekspor, dan Singapura menjadi pasar terbesar kelima dan ke-tujuh dengan kontribusi 5,95%. Semua negara tersebut kini berisiko mengalami pelambatan ekonomi, bahkan Singapura dan Jepang terancam mengalami resesi.

Akibatnya risiko pelambatan ekonomi negara-negara tersebut, pasar ekspor RI berisiko tergerus, dan rupiah mendapat pukulan telak.

Di sisi lain, penyebaran virus corona sudah mulai melambat di Singapura. Hingga saat ini ada 91 kasus, bertambah 1 orang dibandingkan laporan sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 53 orang dinyatakan sembuh, dan sisanya dalam kondisi stabil dan membaik.

Untuk meminimalisir dampak virus corona ke perekonomian, pemerintah Singapura berencana menggelontorkan stimulus moneter, senilai SG$ 6,4 miliar, dengan menaikkan defisit anggaran menjadi 2,1% dari produk domestik bruto (PDB) di tahun fiskal 2020. Defisit anggaran tersebut menjadi yang terbesar sejak tahun 1997.

Dari total nilai tersebut, sebanyak SG$ 800 juta akan digunakan untuk mengatasi penyebaran virus corona, dan SG$ 5,6 miliar akan digelontorkan ke perekonomian untuk membantu dunia usaha dan sektor konsumen.

Upaya dari pemerintah Singapura disambut positif pelaku pasar, dan kurs dolar Singapura perlahan bangkit lagi menjauhi level terlemah sejak pertengahan Juli 2017 Rp 9.738,78/SG$ yang disentuh pada pekan lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(pap/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading