Sepekan Menguat, IHSG Cenderung Melemah Hari Ini

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
24 February 2020 08:22
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Senin (24/2/2020) diperkirakan akan bergerak cenderung melemah.

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Senin (24/2/2020) diperkirakan akan bergerak cenderung melemah. Minimnya sentimen dari dalam negeri dan masih kuatnya dampak coronavirus masih menjadi sentimen utama bagi pasar saham.

Bursa saham dalam negeri di akhir pekan lalu Jumat ((21/2/2020) ditutup rontok sebesar 1,01% di 5.882,255. Namun demikian, sepanjang pekan lalu IHSG mencatat penguatan 0,27%.

Phillip Sekuritas menyebutkan kekhawatiran yang makin besar terhadap penyebaran virus corona masih akan mendominasi. Penyebaran yang masih begitu cepat menjalar di dalam dan luar China membuat investor berhati-hati dan cenderung mengalihkan sebagian besar asetnya pada aset safe haven.


Sementara itu, menurut Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan People Bank of China (PBoC) mengatakan bahwa dampak dari Virus Corona terhadap perekonomian China akan bersifat jangka pendek, dan terbatas. China akan percaya diri akan mengalahkan epidemi yang terjadi.

Bank sentral China percaya bahwa epidemi ini akan segera berakhir, permintaan untuk konsumsi dan investasi akan sepenuhnya keluar dan ekonomi China akan pulih dengan cepat.

Sekuritas ini menilai pertumbuhan ekonomi China pada kuartal pertama mungkin akan menunjukkan perlambatan yang tajam, dengan kisaran mengalami penurunan menjadi sekitar 3%-4,5%, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang di mana 6% dan ini merupakan laju terlemah dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

Dari segi teknikal, Panin Sekuritas mengemukakan aksi profit taking dan penutupan gap (celah) IHSG pada 5.882 berlanjut.


IHSG kembali ke zona merah pada penutupan perdagangan pekan kemarin, namun dengan berhasilnya gap ditutup, maka idealnya IHSG kembali menguat, indikator Stochastic masih menunjukkan IHSG berada di area jenuh jual dan mengindikasikan arah balik menuju penguatan jangka pendek.

Reliance Sekuritas menambahkan, indikator stochastic terkonsolidasi dengan momentum RSI yang belum mencapai momentum overbought sehingga membuat kemungkinan pergerakan selanjutnya terkonsolidasi minim signal pendorong penguatan optimistis setelah tidak mampu break out resistance (tembus level batas atas) MA20 (rata-rata harga 20 hari).

Indeks diperkirakan akan bergerak di kisaran support (batas bawah) 5.843 dan resisten di 5.959.


[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading