BI Pangkas Bunga Acuan, 3 Investasi Ini Langsung Ngacir!

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
21 February 2020 14:47
BI Pangkas Bunga Acuan, 3 Investasi Ini Langsung Ngacir!

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemangkasan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi 4,75% oleh Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Kamis kemarin (20/2/2020) memberikan sentimen positif pada instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan emas.

Instrumen investasi saham termasuk reksa dana saham cenderung naik ketika suku bunga dipangkas. Hal ini terjadi karena beban bunga emiten dalam hal mencari pendanaan akan lebih ringan dalam upaya meningkatkan pendapatan dan laba bersih.

Sebelum suku bunga diturunkan oleh BI, konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia menunjukkan bahwa terdapat keyakinan di pasar bahwa suku bunga akan cenderung lebih rendah. Diketahui bahwa sebanyak enam institusi meramal akan terjadi penurunan sebanyak 25 basis poin (bps).

Hal ini direspon positif investor saham dengan kembali masuk bursa sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan 4 hari beruntun yakni sejak tanggal 17 -20 Februari 2020.

Instrumen investasi yang memberikan imbal hasil tetap (fixed income) seperti obligasi pemerintah juga mengalami kenaikan. Pada Kamis (20/2/2020) kemarin obligasi pemerintah tenor 10 tahun (FR0082) mengalami penurunan imbal hasil (yield) 1,1 basis poin di level 6,527%.

Tidak hanya tenor 10 tahun yang mengalami penurunan yield, tenor lainnya juga mengalami penurunan yield, yakni FR0081 yang bertenor 5 tahun turun 0,1 bps (basis poin) menjadi 5,68%, FR0080 yang bertenor 15 tahun turun 0,3 bps menjadi 7,022%, FR0083 yang bertenor 20 tahun turun 1,6 bps menjadi 7,261%.

Perlu dicatat bahwa pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder, ketika yield turun maka harga obligasi menjadi naik, begitupun sebaliknya.

Yield lebih digunakan sebagai acuan keuntungan investor dibandingkan harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.

Yield Obligasi Negara Acuan 20 Feb'20

Seri

Jatuh tempo

Yield 19 Feb'20 (%)

Yield 20 Feb'20 (%)

Selisih (basis poin)

Yield wajar PHEI 20 Feb'21 (%)

FR0081

5 tahun

5.681

5.68

-0.10

5.6344

FR0082

10 tahun

6.527

6.516

-1.10

6.4803

FR0080

15 tahun

7.025

7.022

-0.30

6.9987

FR0083

20 tahun

7.277

7.261

-1.60

7.2349

Sumber: Refinitiv


Instrumen terakhir yang mengalami kenaikan ialah emas. Mengekor harga emas di pasar global yang naik lebih dari 3% sepekan, harga emas yang diproduksi PT Aneka TambangTbk (Antam) juga mengalami kenaikan.

Berdasarkan data Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia.com milik Antam Jumat (21/2) hari ini, harga emas ukuran 100 gram mengalami kenaikan Rp 5.000/gram atau 0,68%. Dua hari sebelumnya, harga emas Antam juga naik Rp 5.000/gram per harinya sehingga secara total dalam 3 hari terakhir naik Rp 15.000/gram.


Pergerakan harga emas biasanya berlawanan dengan suku bunga, ketika suku bunga cenderung turun maka harga emas cenderung naik. Hal ini terjadi lantaran penurunan pada suku bunga dilakukan guna memacu perekonomian suatu negara.

Emas merupakan aset yang sejak dulu dijadikan instrumen pengaman harta (safe haven), ketika kondisi perekonomian cenderung turun, maka emas banyak diburu sehingga harganya menjadi naik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(yam/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading