Laba Bersih Cuma Tumbuh 3,25%, Ini Kinerja Bank Danamon 2019

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
20 February 2020 18:14
Pasca dimerger dengan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BBNP), laba PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) hanya naik tipis sepanjang 2019.
Jakarta, CNBC Indonesia- Pasca dimerger dengan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BBNP), laba PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) hanya naik tipis sepanjang 2019. Berdasarkan laporan keuangan Danamon konsolidasi laba berish tercatat naik 3,25% menjadi Rp 4,24 triliun dari Rp 4,1 triliun pada 2018.

Tipisnya kenaikan laba bersih disebabkan oleh turunnya pendapatan komisi dan administrasi sepanjang 2019 sebesar 3,5% menjadi Rp 2,01 triliun dibandingkan 2018 senilai Rp 2,08 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik tipis 2,52% menjadi Rp 14,82 triliun dari Rp 14,45 triliun pada 2018.


Di sisi lain, Danamon juga membukukan beban operasional terutama pada impairment kredit yang cukup besar 42,26% menjadi Rp 4,44 triliun, dari Rp 3,12 triliun pada 2018.


Sementara itu, aset bank yang baru naik menjadi buku 4 ini naik tipis 3,63% menjadi Rp 193,53 triliun, dibandingkan 2018 senilai Rp 186,76 triliun. Kenaikan aset ini juga didukung kenaikan penyaluran kredit sepanjang 2019 4,8% menjadi Rp 105,05 triliun dari Rp 100,54 triliun pada 2018. Dana pihak ketiga (DPK) pun hanya naik tipis 1,31% menjadi Rp 105,05 triliun, dibandingkan 2018 sebesar Rp 103,69 triliun.

Kenaikan tipis pada aset, kredit, dan laba dibarengi dengan peningkatan non performing loan (NPL) gross bank menjadi 3,21% sepanjang 2019. Padahal pada 2018 NPL gross masih di posisi 2,94%. Adanya penurunan NPL ini juga mengakibatkan perusahaan harus meningkatkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) menjadi Rp 3,14 triliun, naik 6,2% dibandingkan 2018 senilai Rp 2,96 triliun.


Sementara return of asset (ROA) pun turun menjadi 2,44% sepanjang 2019, dibandingkan tahun 2018 sebesar 2,55%. Return of equity (ROE) pun turun sedikit menjadi 10,32%, dibandingkan 2018 sebesar 10,56%. ROA dan ROE digunakan untuk mengukur kemampuan imbal hasil atau laba secara relatif terhadap total aset (ROA) dan total ekuitas/modal (ROE).

Meski kredit turun, Danamon justru membukukan kenaikan loan to deposit ratio (LDR) perusahaan menjadi 98,85% pada 2019, sementara pada 2018 di posisi 94,95%. LDR yang tinggi bisa menjadi tanda bank kurang leluasa untuk menyalurkan kredit karena ketatnya likuiditas. Di sisi lain rendah atau turunnya LDR juga bisa diartikan bahwa bank tidak gencar dalam penyaluran kredit.


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading